You die young when . . .
1. You decide to die (whether you are depressed or so on)
2. You are destined to die young (it was written in your own book)
3. You are a good man to die (some say a good man die sooner than later)
4. Tuhan berubah pikiran (God change his mind)
5. etc
In this case, all of them pick the fourth . . .
Ada banyak tabir tentang kenapa orang bisa mati muda, salah satu nya yang ga dipahami banyak orang adalah kesalahan fatal dan penyimpangan orang tersebut dari alur takdir nya. Ketika seseorang telah mentargetkan sesuatu di buku kehidupannya tapi dia tidak mampu menenuhinya pada waktunya (bahkan tidak mampu untuk melakukannya ketika dia sudah tua, they will eventually die sooner). It is not an absolute theory or some else like that, but at least it could explain the condition.
I give you an example: seorang gadis, dia diciptakan sedikit lebih istimewa dari gadis lainnya, bahkan ia dilindungi oleh beberapa penjaga disisinya. She is smart, well educated, deserved loved, wealth enough family, have a bright opportunity, but . . . .
a. She decide to date a wild . . .
b. it is means, She will be away from a man that she meant to be with
c. the storyline will be different . . . and so she will eventually not accomplished her mission
itu hanya satu alur, what if the things just getting complicated, for an example:
a. She abandon her religion
b. She decide to fool around
c. She pick a wrong fucking dude
d. She is dumb enough to realize her mission (her purpose of creation)
e. She is good enough to feel beauty but that's all (she isn't developed her character or even packed her things for a journey of life)
and then . . .
and then . . .
#you can also swap it to he
Dalam beberapa series novel, dikatakan bahwa orang tidak akan mati sebelum waktunya, it is right and I am agree with that. One things missing, what makes you think that your time is loose enough to fool? What make you do think that you are valuable enough to God? If I can say, I will eventually say a sad truth that "Humans life is actually cheap". It is for real. You may not understand that from any education perspective, you can only understand that if you already unlock your other side of thinking. It is impossible if you are just one type of any kind IQ or EQ or even SQ type. you must try to combine all of three to gain a new one UQ (Universe Quotient).
Me? I dont have such a things, it is just happen that I see what others dont, just that
1. You decide to die (whether you are depressed or so on)
2. You are destined to die young (it was written in your own book)
3. You are a good man to die (some say a good man die sooner than later)
4. Tuhan berubah pikiran (God change his mind)
5. etc
In this case, all of them pick the fourth . . .
Ada banyak tabir tentang kenapa orang bisa mati muda, salah satu nya yang ga dipahami banyak orang adalah kesalahan fatal dan penyimpangan orang tersebut dari alur takdir nya. Ketika seseorang telah mentargetkan sesuatu di buku kehidupannya tapi dia tidak mampu menenuhinya pada waktunya (bahkan tidak mampu untuk melakukannya ketika dia sudah tua, they will eventually die sooner). It is not an absolute theory or some else like that, but at least it could explain the condition.
I give you an example: seorang gadis, dia diciptakan sedikit lebih istimewa dari gadis lainnya, bahkan ia dilindungi oleh beberapa penjaga disisinya. She is smart, well educated, deserved loved, wealth enough family, have a bright opportunity, but . . . .
a. She decide to date a wild . . .
b. it is means, She will be away from a man that she meant to be with
c. the storyline will be different . . . and so she will eventually not accomplished her mission
itu hanya satu alur, what if the things just getting complicated, for an example:
a. She abandon her religion
b. She decide to fool around
c. She pick a wrong fucking dude
d. She is dumb enough to realize her mission (her purpose of creation)
e. She is good enough to feel beauty but that's all (she isn't developed her character or even packed her things for a journey of life)
and then . . .
and then . . .
#you can also swap it to he
Dalam beberapa series novel, dikatakan bahwa orang tidak akan mati sebelum waktunya, it is right and I am agree with that. One things missing, what makes you think that your time is loose enough to fool? What make you do think that you are valuable enough to God? If I can say, I will eventually say a sad truth that "Humans life is actually cheap". It is for real. You may not understand that from any education perspective, you can only understand that if you already unlock your other side of thinking. It is impossible if you are just one type of any kind IQ or EQ or even SQ type. you must try to combine all of three to gain a new one UQ (Universe Quotient).
Me? I dont have such a things, it is just happen that I see what others dont, just that
Die You(ng) Part 2
A bit weird for a tittle, but one thing if only you could imagine that there is someone that was given a picture about your death, then he is kind enough to spoil the fun and tell you about what is your opinion about it (if you dead in bla bla bla years)
Satu note penting tentang sedikit pengandaian dan omong kosong tentang membaca masa depan adalah "Kau membaca apa yang Tuhan pikirkan dan Tuhan tidak selalu sesuai dengan apa yang kamu lihat". Aturannya sederhana, sungguh. Tuhan membiarkan kamu melihat sesuatu yang seharusnya tidak kamu lihat, Tuhan membiarkan kamu tau sesuatu yang seharusnya tidak kamu tau, kata kuncinya adalah "Seharusnya tidak". So what next? Artinya walau kamu benar melihatnya, walau kamu benar bisa menjelaskan tentang apa yang kamu lihat, mereka tidak akan percaya (dan memang seharusnya begitu).
Paragraf kedua sangat membingungkan ya? Baiklah, biar aku perjelas, walau itu benar kamu bisa melihat masa depan, tapi tidak semua masa depan bisa kamu ubah, itulah pemahaman yang harus kamu ketahui dan kamu terima. No matter what you have done in order to prevent someone's death, in the end you realized that you could never ever stop the death. Sebuah perumpamaan sederhananya sama dengan analogi:
"Ada seorang ibu melintas jalan kereta padahal orang orang tau bahwa ada kereta yang akan melintas, people shout but her ear are shut"
Aku sendiri sebenarnya sudah melakukan sedikit kesalahan, I spoil the fun, I told them about their own future to be. One of the three dont believe it, One another think it is just a joke, One of the last wants the detail. Yah aku rasa ga ada gunanya juga sih, I dont give a S**t to the first two. They think that they will live forever or somehow they are not trigger the timeline of life. Muda bukan berarti kamu akan hidup seterusnya, seenggaknya itu yang aku dapat dari dua orang pertama. They are girls and they only have a little time (much or less 1 to 2). Well yah, setelah gw pikir pikir lagi, it is none of my bussines at all. Meskipun yah, there must be a reason for the vision, but I have already warn them anyway. Disitulah kewajibanku gugur. But I still have one more things to save, the last one!
Note: Dear the two to third, may you rest in peace if God really mean it (I hope He does change his mind)
Satu note penting tentang sedikit pengandaian dan omong kosong tentang membaca masa depan adalah "Kau membaca apa yang Tuhan pikirkan dan Tuhan tidak selalu sesuai dengan apa yang kamu lihat". Aturannya sederhana, sungguh. Tuhan membiarkan kamu melihat sesuatu yang seharusnya tidak kamu lihat, Tuhan membiarkan kamu tau sesuatu yang seharusnya tidak kamu tau, kata kuncinya adalah "Seharusnya tidak". So what next? Artinya walau kamu benar melihatnya, walau kamu benar bisa menjelaskan tentang apa yang kamu lihat, mereka tidak akan percaya (dan memang seharusnya begitu).
Paragraf kedua sangat membingungkan ya? Baiklah, biar aku perjelas, walau itu benar kamu bisa melihat masa depan, tapi tidak semua masa depan bisa kamu ubah, itulah pemahaman yang harus kamu ketahui dan kamu terima. No matter what you have done in order to prevent someone's death, in the end you realized that you could never ever stop the death. Sebuah perumpamaan sederhananya sama dengan analogi:
"Ada seorang ibu melintas jalan kereta padahal orang orang tau bahwa ada kereta yang akan melintas, people shout but her ear are shut"
Aku sendiri sebenarnya sudah melakukan sedikit kesalahan, I spoil the fun, I told them about their own future to be. One of the three dont believe it, One another think it is just a joke, One of the last wants the detail. Yah aku rasa ga ada gunanya juga sih, I dont give a S**t to the first two. They think that they will live forever or somehow they are not trigger the timeline of life. Muda bukan berarti kamu akan hidup seterusnya, seenggaknya itu yang aku dapat dari dua orang pertama. They are girls and they only have a little time (much or less 1 to 2). Well yah, setelah gw pikir pikir lagi, it is none of my bussines at all. Meskipun yah, there must be a reason for the vision, but I have already warn them anyway. Disitulah kewajibanku gugur. But I still have one more things to save, the last one!
Note: Dear the two to third, may you rest in peace if God really mean it (I hope He does change his mind)
What if you only have a little more time to live and life? Part 1
Seperti yang gw bilang sebelumnya, jika kebutuhan biologis disalurkan dengan benar, hasilnya juga ga akan bersifat antagonis. Teknik Jilq secara garis besar menutut lo untuk mengatur nafas dan konsentrasi, tentang seberapa banyak nafas, gerakan, itu bisa dipelajari dengan melakukannya (learn by doing). One things for sure, ketika lo berhasil melakukan Jilq secara kontinyu dalam beberapa periode, kapasitas vital paru-paru dan prostat lo akan meningkat. Ini jauh lebih aman daripada lo pake obat pembesar penis atau viagra dkk.
Dulu, kalau gw boleh cerita, para pendahulu terutama para raja raja jawa yang katanya punya selir lebih dari 10 orang juga melakukan teknik yang kurang lebih sama, bedanya mereka melakukan meditasi, bukan cuman teknik sederhana seperti Jilq. Setiap mereka menggauli istri atau selir mereka, jarang sekali mereka mengeluarkan apa yang disebut dengan air mani, kenapa? Gw rasa ada beberapa alasan, pertama ga ada kondom, ya dulu kan belum ditemukan kondom jadi ya harus mikir kan kalau mau keluar apalagi didalem. Kedua, mengeluarkan air mani akan mengurangi energi termasuk tenaga dalam, iyalah, apalagi dulu bagi seorang raja tenaga dalam itu penting kan buat perang. Ketiga, mengeluarkan air mani akan mengurangi kepekaan dan daya spiritual magis seseorang, yap for sure (tapi gw ga perlu menjelaskan bagian ini, yang jelas poinnya adalah semakin banyak lo mengeluarkan air mani apalagi dalam satu hari itu menandakan lo ga bisa mengendalikan hawa nafsu lo sendiri, oke, then that's it). Keempat? Selirnya banyak woy, emang lau pikir cewek jaman dulu ga mupeng apa dijadiin selir raja? atau selir Pangeran? (selain karena perkawinan politik, sasmita gaib dll ya) intinya mereka tetep butuh belaian dan batangan itu. Bedanya orang jaman dulu dengan jaman sekarang itu, laki-laki yang disebut Raja atau Pangeran, ga melakukan seks cuman buat kepuasan pribadi tapi justru memuaskan pasangannya, bayangin aja lo ga boleh klimaks tapi harus ngebuat pasangan cewek lo klimaks, you sure can do that? Kenapa ga boleh klimaks sih, lah kan selirnya pada nunggu tiap hari? Lau pikir tu selir bisa menikmati kehidupan tanpa dipenuhi kebutuhan biologisnya?
Then? Ga mau sarkas atau offensif ya tapi batang gede atau paling engga batang yang sehat itu punya standar kisaran 6 - 10 cm untuk ukuran orang asia, kalo 10 - 15 itu udah ukuran jumbo monstromon. Ga harus gede, yang gede juga belum tentu sehat, tapi apalagi kalo yang kecil? Ejakulasi, impotensi, produksi sperma yang buruk, kepuasan pasangan, itu yang paling banyak dialami oleh laki-laki kekinian. Ga tau sih menurut kalian, tapi menurut gw latian itu penting dan memenuhi kebutuhan itu sama pentingnya, so kenapa ga keduanya? punya batang yang kisaran 10 cm keatas + Physically good + Physicologically good + Kebutuhan terpenuhi + Ga dosa (maksudnya ga Onani atau seks bebas) + memuaskan pasangan (kalo udah punya sih), kenapa engga? Jangan jadi orang Naive yang beralasan banyak hal hanya karena lo males latian, demi lo sendiri dan demi cinta pasangan lo, I say better Jilq than Jerk! Trust me, it works!
Thanks for reading, semoga bermanfaat!
You do Jerk Arent You? - Part end
Okay pada bagian kedua ini, gw berharap para laki-laki separuh baya yang memang sedang mencoba mengendalikan nafsunya membaca dengan teliti tentang apa yang dimaksud dengan "You do Jilq". Yah ga menutup kemungkinan buat perempuan buat ikut baca sih, it is up to you.
Jilq adalah teknik yang banyak dilakukan di Arab (bisa lo cari sendiri di mbah google tentang Jilq). Banyak anak anak bangsa Arab yang udah diajarkan untuk melakukan Jilq sejak mereka kecil, fungsi manifestnya ga dipungkiri adalah untuk memperbesar ukuran penis (kalau lo pernah liat sih di BF, ukuran mereka Jumbo Size, okay no porno ya, just for your information). Fungsi Latennya adalah untuk meningkatkan stamina, kekebalan tubuh, relaksasi, dan bahkan memenuhi kebutuhan biologis. How?
How . . . hm . . . gimana ya jelasinnya, tapi yang jelas soal cara Jilq, bisa lo baca sendiri di mbah google dan ga perlu gw terangin disini. Okay, gw ceritain pengalaman pribadi aja ya, no porno, no pamer, no offense, opini terserah kalian para pembaca.
Gw udah lupa kapan terakhir gw Onani, sejak gw menginjak bangku kuliah, I've never do that anymore. Sejak gw masuk ke dalam dunia Sport yang mengharuskan gw tetap stay on a good shape, coach gw selalu mengingatkan bahwa musuh terbesar para atlet seenggaknya ada dua hal, pertama adalah latian dan kedua adalah nafsu. Nafsu itu yang dimaksud adalah main (entah itu main sendiri atau main bareng ya). Sejak saat itu gw mencari cara untuk tetap memenuhi kebutuhan biologis gw, udahlah ga usah naive, gw ga mengingkari hal itu, gw cuman mencari cara yang bisa dibilang cukup baik daripada Onani. Akhirnya gw temukan cara Jilq. Tekniknya sederhana sih, lo cuman butuh ya minyak urut dan tangan kiri lo itu yang penuh dengan dosa, lo pijet-pijet (baca sendiri caranya), atur nafas, jaga tempo, have fun, tapi jangan sampai lo mencapai klimaks, okay? Jangan sampai air mani putih itu membasahi bumi pertiwi. Pertama mungkin bakalan susah, untuk awalnya beberapa kali coba bahkan baru aja 30 menit udah ga tahan, tapi semakin kesini bisa sampai 2 jam latian. Okay, so what's the function?
Secara filosofis, Jilq melatih lo untuk merubah presepsi bahwa kenikmatan bukan lo peroleh dari klimaks, tapi dari proses, dimana lo menikmati setiap proses yang lo lakukan (Jilq) bukan klimaksnya (Jerk). Kedua, Jilq mengharuskan lo untuk menjaga irama, nafas, teknik, memaksa lo membiasakan disiplin, stabil, dan tau kapasitas tubuh lo sendiri, kalau udah mau keluar, take a break guys. Tiga? Jilq tetap menjadi sarana aman untuk menyalurkan kebutuhan biologis, tanpa dilarang oleh agama (ya makruh sih tapi daripada lo Onani kan malah ga boleh). Empat, Lo tetap bisa merasakan relaksasi tanpa harus seks atau Onani, ya karena pada saat lo melakukan Jilq, ada enzim dan zat-zat tubuh tertentu yang ikut terlepas sama seperti halnya lo seks, pasti langsung rileks, termasuk mengurangi ketegangan otot dan strees di otak. Itu secara filosofis-biologis ya, kalo secara fisik?
Physically, dalam pengalaman gw melakukan Jilq dari mungkin 4 tahun ini ada beberapa hal, pertama Stamina Body gw meningkat drastis, you may believe it or not, tapi gw bahkan bisa maraton tenkei tanpa capek tingkat akut (ya tetep capek tapi ga berhenti) dan tingkat recovery energi gw juga meningkat. Artinya Jilq yang selama ini gw lakukan berimbas pada peningkatan performa fisik (kalo bener ya cara ngelakuinnya), gw tetep bisa bangun pagi, ga ngantukan, ga gampang strees, immnunitas tingkat ekstrim, konsentrasi meningkat, stamina, daya tahan dll. Itu overallnya, don't believe it? Why don't you try it? Secara physically lainnya, ya Mr P gw bisa dibilang membesar sekarang (ga pamer ya) ukurannya mungkin kisaran lebih dari 10 -15 cm ( ga pernah ngukur tapi kira kira ya segitu). It is hard and not easy to break. Gw ga tau lo termasuk orang yang perhatian atau engga sama batang keperkasaan lo itu, tapi menurut gw naive kalo lo bilang itu ga penting, ya paling engga buat nyenengin pasangan itu jadi satu hal yang penting. Percaya deh cewek yang bilang "Size doesn't matter" adalah cewek yang terlalu desperate buat ngomong jujur bahwa batang besar itu lebih asik (ya kalo kegedean juga ga bagus juga sih tapi standar plat orang indo ya kisaran 10 - 15 cm lah)
Gw denger juga, inner strength juga bisa dikendalikan ketika lo bener-bener menguasai teknik Jilq dan pernapasan, really? Wanna find out? Check next post!
Continue to next post . . .
Jilq adalah teknik yang banyak dilakukan di Arab (bisa lo cari sendiri di mbah google tentang Jilq). Banyak anak anak bangsa Arab yang udah diajarkan untuk melakukan Jilq sejak mereka kecil, fungsi manifestnya ga dipungkiri adalah untuk memperbesar ukuran penis (kalau lo pernah liat sih di BF, ukuran mereka Jumbo Size, okay no porno ya, just for your information). Fungsi Latennya adalah untuk meningkatkan stamina, kekebalan tubuh, relaksasi, dan bahkan memenuhi kebutuhan biologis. How?
How . . . hm . . . gimana ya jelasinnya, tapi yang jelas soal cara Jilq, bisa lo baca sendiri di mbah google dan ga perlu gw terangin disini. Okay, gw ceritain pengalaman pribadi aja ya, no porno, no pamer, no offense, opini terserah kalian para pembaca.
Gw udah lupa kapan terakhir gw Onani, sejak gw menginjak bangku kuliah, I've never do that anymore. Sejak gw masuk ke dalam dunia Sport yang mengharuskan gw tetap stay on a good shape, coach gw selalu mengingatkan bahwa musuh terbesar para atlet seenggaknya ada dua hal, pertama adalah latian dan kedua adalah nafsu. Nafsu itu yang dimaksud adalah main (entah itu main sendiri atau main bareng ya). Sejak saat itu gw mencari cara untuk tetap memenuhi kebutuhan biologis gw, udahlah ga usah naive, gw ga mengingkari hal itu, gw cuman mencari cara yang bisa dibilang cukup baik daripada Onani. Akhirnya gw temukan cara Jilq. Tekniknya sederhana sih, lo cuman butuh ya minyak urut dan tangan kiri lo itu yang penuh dengan dosa, lo pijet-pijet (baca sendiri caranya), atur nafas, jaga tempo, have fun, tapi jangan sampai lo mencapai klimaks, okay? Jangan sampai air mani putih itu membasahi bumi pertiwi. Pertama mungkin bakalan susah, untuk awalnya beberapa kali coba bahkan baru aja 30 menit udah ga tahan, tapi semakin kesini bisa sampai 2 jam latian. Okay, so what's the function?
Secara filosofis, Jilq melatih lo untuk merubah presepsi bahwa kenikmatan bukan lo peroleh dari klimaks, tapi dari proses, dimana lo menikmati setiap proses yang lo lakukan (Jilq) bukan klimaksnya (Jerk). Kedua, Jilq mengharuskan lo untuk menjaga irama, nafas, teknik, memaksa lo membiasakan disiplin, stabil, dan tau kapasitas tubuh lo sendiri, kalau udah mau keluar, take a break guys. Tiga? Jilq tetap menjadi sarana aman untuk menyalurkan kebutuhan biologis, tanpa dilarang oleh agama (ya makruh sih tapi daripada lo Onani kan malah ga boleh). Empat, Lo tetap bisa merasakan relaksasi tanpa harus seks atau Onani, ya karena pada saat lo melakukan Jilq, ada enzim dan zat-zat tubuh tertentu yang ikut terlepas sama seperti halnya lo seks, pasti langsung rileks, termasuk mengurangi ketegangan otot dan strees di otak. Itu secara filosofis-biologis ya, kalo secara fisik?
Physically, dalam pengalaman gw melakukan Jilq dari mungkin 4 tahun ini ada beberapa hal, pertama Stamina Body gw meningkat drastis, you may believe it or not, tapi gw bahkan bisa maraton tenkei tanpa capek tingkat akut (ya tetep capek tapi ga berhenti) dan tingkat recovery energi gw juga meningkat. Artinya Jilq yang selama ini gw lakukan berimbas pada peningkatan performa fisik (kalo bener ya cara ngelakuinnya), gw tetep bisa bangun pagi, ga ngantukan, ga gampang strees, immnunitas tingkat ekstrim, konsentrasi meningkat, stamina, daya tahan dll. Itu overallnya, don't believe it? Why don't you try it? Secara physically lainnya, ya Mr P gw bisa dibilang membesar sekarang (ga pamer ya) ukurannya mungkin kisaran lebih dari 10 -15 cm ( ga pernah ngukur tapi kira kira ya segitu). It is hard and not easy to break. Gw ga tau lo termasuk orang yang perhatian atau engga sama batang keperkasaan lo itu, tapi menurut gw naive kalo lo bilang itu ga penting, ya paling engga buat nyenengin pasangan itu jadi satu hal yang penting. Percaya deh cewek yang bilang "Size doesn't matter" adalah cewek yang terlalu desperate buat ngomong jujur bahwa batang besar itu lebih asik (ya kalo kegedean juga ga bagus juga sih tapi standar plat orang indo ya kisaran 10 - 15 cm lah)
Gw denger juga, inner strength juga bisa dikendalikan ketika lo bener-bener menguasai teknik Jilq dan pernapasan, really? Wanna find out? Check next post!
Continue to next post . . .
You do Jerk Aren't you? No, I do Jilq!- Part 2
Gw ga lagi mainan Ask-FM tapi ada beberapa pertanyaan yang lucu di account gw, diantara sekian banyak pertanyaan yang ga gw jawab ada satu pertanyaan menggelitik yang sebenernya bisa gw bilang "it is normal". Okay, pertanyaannya begini:
Okay guys, from this point, I will try to answer it wisely. Jadi buat mereka (terutama cewek) yang belum cukup dewasa untuk memandang sesuatu yang namanya kebutuhan seksual, better out of this post, don't read any further than this okay?
Okay kita mulai dari segi biologis, Jerking is one of normal way for a humans to resolve their biological needs, ya bisa dibilang itu kebutuhan biologis, mau perempuan mau laki-laki. Perempuan kita sering sebut dengan masturbasi dan laki-laki kita sebut dengan "Onani". And so what next? Gw mau bilang bahwa itu normal bagi setiap makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, tapi perlu diingat dari segi agama hal ini kurang dibenarkan, terutama bagi laki-laki untuk mengeluarkan mani dari Batang Kesenangannya. Ga buka kartu, tapi temen gw banyak yang cerita tentang bagaimana mereka melakukan kegiatan yang disebut dengan Onani bahkan sampai 5 kali sehari, man are you crazy? Okay gw ga akan menyalahkan kalian, tapi perlu kalian tau beberapa hal bahwa Onani (terutama yang berlebihan) itu akan membuat beberapa efek samping yakni:
a. Lo bakal kehilangan separuh atau lebih dari tenaga lo saat itu bersamaan dengan keluarnya air mani itu
b. dalam kondisi tidak fit, lo bakal menurunkan imunitas tubuh lo ke kondisi kritis, which is means you will actually get sick more easily.
c. Lo bakal kehilangan beberapa mineral penting tubuh termasuk protein dan beberapa mineral penting lainnya (karena itu adalah material utama pembentuk air mani)
d. Pembengkakan di segi prostat bakal lebih parah ditemukan di beberapa orang yang sering melakukan Onani dan bahkan kanker prostat juga mengancam mereka yang sering melakukan ini.
e. Kelesuan, halusinasi akut, nafsu tidur meningkat, dan bahkan cenderung tidak berkualitas.
f. Ejakulasi dini, etc.
Itu belum termasuk tambahan dosa yang lo dapet ketika lo asik dengan semua hal yang berbau Onani itu ya, termasuk ritual mandi besar dll yang harus lo lakukan biar lo bisa solat lagi. So what's your resolve bro?
"Lam, lo kan jomblo nih, kalau malem kan ga ada yang ngajak jalan dan bahkan cenderung di kosan sendirian, apa lo ga pernah ngelakuin itu?
"Oh, kenapa emang? Ya itu kebutuhan manusia lah, you don't need to question that"
"Jadi lo tetep ngelakuin itu?
"In a different ways, kenapa emang?
"Engga, gw penasaran aja sih, lo kan juga sporty, kok bisa lo ngelakuin itu dan tetep bisa sporty. Kan biasanya habis itu langsung lesu, bawaanya pengen tidur, dan bahkan gw ga jarang sakit gara-gara itu"
"Oh haha, lo pernah denger pepatah "You don't Jerk! You do Jilq"
"Apaan tuh?
Ya, Jerk adalah kebutuhan manusia, it is normal, tapi gw juga ga membenarkan ketika seseorang melakukan Onani, bahkan sampai 5 x sehari (lo pas abis solat langsung main gitu? Man gimme a break). Ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengendalikan nafsu itu, karena gw cowok ya gw taunya cara cowok aja ya, namanya Jilq, itu teknik arab. Jadi gimana ceritanya kok Jilq bisa mengalihkan nafsu lo dan bahkan lo bisa tetep sport kek biasanya padahal lo tetep main. I will answer that, but in the next post
Continue to part 2 . . . .
"Firmansyah ? Seminggu cholii brp kali ?"No sensor, no modifikasi, that's all he ask. I suspect few my friend would ask the same. Why? maybe for fun - untuk mereka yang sering satu meja sama gw dan cerita tentang kebiasaan mereka yang satu ini. Kedua, maybe they are courious about me? Haha (Pede abis) Kenapa harus penasaran coba? Mungkin mereka penasaran kenapa gw bisa punya stamina yang cukup bagus di sport, baik track, futsal, basket, etc (ah ya terlepas body gw yang emang kecil ya).
Okay guys, from this point, I will try to answer it wisely. Jadi buat mereka (terutama cewek) yang belum cukup dewasa untuk memandang sesuatu yang namanya kebutuhan seksual, better out of this post, don't read any further than this okay?
Okay kita mulai dari segi biologis, Jerking is one of normal way for a humans to resolve their biological needs, ya bisa dibilang itu kebutuhan biologis, mau perempuan mau laki-laki. Perempuan kita sering sebut dengan masturbasi dan laki-laki kita sebut dengan "Onani". And so what next? Gw mau bilang bahwa itu normal bagi setiap makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, tapi perlu diingat dari segi agama hal ini kurang dibenarkan, terutama bagi laki-laki untuk mengeluarkan mani dari Batang Kesenangannya. Ga buka kartu, tapi temen gw banyak yang cerita tentang bagaimana mereka melakukan kegiatan yang disebut dengan Onani bahkan sampai 5 kali sehari, man are you crazy? Okay gw ga akan menyalahkan kalian, tapi perlu kalian tau beberapa hal bahwa Onani (terutama yang berlebihan) itu akan membuat beberapa efek samping yakni:
a. Lo bakal kehilangan separuh atau lebih dari tenaga lo saat itu bersamaan dengan keluarnya air mani itu
b. dalam kondisi tidak fit, lo bakal menurunkan imunitas tubuh lo ke kondisi kritis, which is means you will actually get sick more easily.
c. Lo bakal kehilangan beberapa mineral penting tubuh termasuk protein dan beberapa mineral penting lainnya (karena itu adalah material utama pembentuk air mani)
d. Pembengkakan di segi prostat bakal lebih parah ditemukan di beberapa orang yang sering melakukan Onani dan bahkan kanker prostat juga mengancam mereka yang sering melakukan ini.
e. Kelesuan, halusinasi akut, nafsu tidur meningkat, dan bahkan cenderung tidak berkualitas.
f. Ejakulasi dini, etc.
Itu belum termasuk tambahan dosa yang lo dapet ketika lo asik dengan semua hal yang berbau Onani itu ya, termasuk ritual mandi besar dll yang harus lo lakukan biar lo bisa solat lagi. So what's your resolve bro?
"Lam, lo kan jomblo nih, kalau malem kan ga ada yang ngajak jalan dan bahkan cenderung di kosan sendirian, apa lo ga pernah ngelakuin itu?
"Oh, kenapa emang? Ya itu kebutuhan manusia lah, you don't need to question that"
"Jadi lo tetep ngelakuin itu?
"In a different ways, kenapa emang?
"Engga, gw penasaran aja sih, lo kan juga sporty, kok bisa lo ngelakuin itu dan tetep bisa sporty. Kan biasanya habis itu langsung lesu, bawaanya pengen tidur, dan bahkan gw ga jarang sakit gara-gara itu"
"Oh haha, lo pernah denger pepatah "You don't Jerk! You do Jilq"
"Apaan tuh?
Ya, Jerk adalah kebutuhan manusia, it is normal, tapi gw juga ga membenarkan ketika seseorang melakukan Onani, bahkan sampai 5 x sehari (lo pas abis solat langsung main gitu? Man gimme a break). Ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengendalikan nafsu itu, karena gw cowok ya gw taunya cara cowok aja ya, namanya Jilq, itu teknik arab. Jadi gimana ceritanya kok Jilq bisa mengalihkan nafsu lo dan bahkan lo bisa tetep sport kek biasanya padahal lo tetep main. I will answer that, but in the next post
Continue to part 2 . . . .
You do Jerk aren't you? (I know it is a stupid question that I don't need to answer) - Part 1
Dalam opiniku sendiri tentang apa itu kesatria piningit, hanya satu kata yang terpikir "Kesendirian". Yah seperti kesatria dan pahlawan lainnya, aku pikir musuh utama mereka bukanlah semata kejahatan, tapi kesendirian. No one understand them, how they feel, what they have struggle, what their responsibilities, and what kind of harsh fate they must bear.
Jika aku boleh berpendapat, kesatria ketujuh belum sepenuhnya dewasa sekarang, mungkin benar apa kata guru, sekarang ia sedang mengemban misi menuju apa yang seharusnya ia ada untuk ditakdirkan (maksudku alasan penciptaanya). Tentu saja alasan penciptaanya berbeda dengan manusia yang lainnya, bukan hanya untuk menyembah Allah tapi untuk membuktikan eksistensi Allah dan menjadi Tangan kanan bagi kebaikan.
a Akan ada dewa berbadan manusia (Bait 159)
Menurutku kesatria piningit hakikatnya adalah manusia, hanya saja dia istimewa. Ia masih merasakan apa yang dirasakan manusia, bahkan ia juga masih bersinggungan dengan garis kehidupan (Artinya dia bisa mati kapan saja, tapi pada akhirnya kebaikan hati Allah membuatnya hidup lebih lama, setidaknya sampai semua tugasnya selesai)
Berparas seperti Kresna dan Berwatak seperti Baladewa.
Menurutku ini dalam artian fisik maupun psikis. Maksudnya, mungkin benar sang kesatria berwajah sangat tampan (Kresna) dan sangat saklek atau tegas (Baladewa). Jika diingat ingat baik Kresna maupun Baladewa, keduanya bersaudara dan saling membantu sama lain, maka bukan tidak mungkin Kresna yang baik hati dan bijaksana dan Baladewa yang tegas dan pemberani bisa menyatu dalam kepribadian sang kesatria. Aku pikir, seorang pemimpin memang harus tegas, tapi disisi lain ia juga harus menunjukan kasih sayangnya dan kebijaksanaan kepada rakyatnya. Ia tidak bisa memerintah dengan bertangan besi, namun ia juga tidak bisa memerintah hanya dengan nasihat. Sabda-nya harus bijak dan tegas. itu menurutku.
Bersenjata Trisula Weda:
Banyak pengartian tentang tafsir ini menurutku, pertama, ia mampu memahami tiga hal yang menjadi aturan Tuhan. Pertama Tuhan menciptakan sesuatu tidak selalu dengan satu hukum, justru dia menciptakan sesuatu untuk menciptakan hukum, sebagai sebuah contoh penciptaan manusia yang kemudian melandasi adanya pemahaman bahwa manusia harus beribadah kepada Tuhan. Pengartiannya sederhana, Tuhan terkadang memang menciptakan sesuatu tanpa ada alasan, jikapun ia memang menciptakan banyak hal dengan alasan dan penjesalan, terkadang kita tidak mengerti dan paham akan hal itu, itulah hakikat yang pertama, "Tabir". Hukum Kedua, adalah sistem, Tuhan menciptakan sebuah sistem bagi manusia, mempermudah mereka memahami hakikat kehidupan, tentang bagaimana mereka harus bertahan hidup, mencukupi kebutuhan hidup mereka, beradaptasi dengan alam, dll, semua itu terakum dalam pemahaman manusia yang disebut dengan sistem. Sederhana, sebagai sebuah contoh jika kita ingin tetap hidup kita harus makan, jika kita ingin menjadi kaya kita harus bekerja dll. Walau dalam beberapa hal Tuhan juga menciptakan apa yang disebut dengan keistimewaan dan pengecualian, itulah yang disebut dengan hukum ketiga "Kun Fayakun". Dalam pengertian Kun Fayakun, manusia terkadang bertanya tanya kenapa hal itu bisa terjadi bahkan tanpa ada penjelasan yang logis, kenapa hal ini bisa demikian padahal sistem berkata berbeda dll. Tuhan itu istimewa, Ia tidak perlu selalu masuk kedalam sistem yang ia buat, apalagi sistem buatan manusia, Ia hanya perlu berkata Kun Fayakun! Maka jadilah.
Trisula Weda sang kesatria juga mengarahkan pemahaman lebih dalam pada IQ, EQ, dan SQ. Manusia yang sempurna selalu memiliki ketiganya, walau sang kesatria sendiri menurutku tidak menggunakan kata kesempurnaan untuk menggambarkan dirinya sendiri, tapi paling tidak ia memahami hal itu. Merangkum penjelasan diatas, bahwa Trisula Weda melambangkan bahwa setidaknya ada tiga hal yakni Takdir dan Tuhan dengan ditengahnya ada manusia. Sederhana, manusia bisa mengubah takdir mereka sampai tingkatan tertentu, ya dengan izin Tuhan juga tentunya. Ia memahami hakikat eksistensi manusia, semua itu tergambar jelas di garis tangan takdir di telapak tangan kirinya, Pengabdian, Kesaktian, dan Kebijaksanaan.
b. Sakti Mandraguna tanpa Aji-Aji (Bait 162)
Ia berbeda dengan yang lain, begitu pula apa yang disebut dengan kesaktian. Jika memang ia memilikinya itu adalah berkah dari Allah, artinya itu bukanlah kesaktian tapi Makrifat. Sesuatu yang diberikan langsung oleh Allah, tanpa peratara jin, malaikat, iblis, dsb. Itu bukan kesaktian, bukan pula semacam mukjizat karena mukjizat hanya milik para nabi, itu Makrifat.
c. Pandai meramal seperti dewa, dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dst, seolah olah ia lahir di waktu yang sama , tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati, bijak cermat, sakti, mengerti sebelum terjadi, memahami perputaran roda Jaman Jawa, mengerti garis hidup setiap umat, dan tidak khawatir tertelan Zaman (bait 167)
Semuanya Atas izin Allah. Menurutku pemahaman tingkat Makrifat bisa memberikan pengetahuan tentang arti penciptaan, hal ini juga sekaligus menegaskan bahwa tabir-tabir ghaib dan magis yang tidak dipahami oleh manusia bisa ia pahami sendiri termasuk masa depan, baik secara logis maupun magis. Seolah sang kesatria tidak hidup untuk pertama kalinya, entah sudah kesekian kali ia dipanggil dan hidup lagi di dunia, terkadang ia merasa bosan dan lelah dalam membina manusia, tapi kecintaanya pada masyarakat Jawa selalu melandasi pengabdiannya kepada Negara. Ia tau bahwa masa depan adalah tabir, tidak semuanya bisa dilihat dan ia juga paham bahwa tidak semua yang ia lihat bisa ia ubah, ada beberapa hal yang telah dan memang menjadi garis takdir manusia dan semesta, bahkan mungkin Allah juga berfirman kepadanya "Diantara yang kamu lihat, tidak bisa semuanya kamu ubah dan diantara yang bisa kamu ubah, tidak semuanya membawa kebaikan. Terkadang diantara kamu hanya percaya tentang apa yang mereka lihat, padahal sesungguhnya apa yang tidak mereka lihat jauh lebih besar dari apa yang mereka lihat. Sesungguhnya itu hanya keterbatasan manusia diantara kamu, untuk percaya tentang apa yang tidak kamu lihat, termasuk Aku"
d. Oleh Sebab itu carilah satria yatim piatu, tak bersanak saudara, sudah lulus weda Jawa, hanya berpedoman pada trisula, ujung trisulanya sangat tajam membawa maut dan hutang nyawa, yang tengah pantang merugikan orang lain, yang kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan (bait 168)
Menurutku tafsir ini bukan lah secara harfiah demikian, seperti yang telah aku sebutkan sebelumya bahwa kesatria piningit punya keluarga dan bahkan mungkin saudara, tapi walau bagaimanapun itu ia sadar bahwa bahkan keluarganya sekalipun tidak akan mencapai tingkatan kesepahaman yang sama dengannya.Harga yang harus dibayar untuk menjadi seorang yang istimewa adalah kesendirian dan ia paham akan hal itu. Lulus weda Jawa, ia paham tentang apa yang dimaksudkan dengan kebijaksanaan Jawa, tentang kenapa masyarakat Jawa yang asli membawa kemakmuran di Nusantara, mengapa mereka yang walaupun tanahnya berlimpah, hartanya bertumpah, dan kuasanya tak terbantah, masih mau bersanding dengan rakyat dan bahkan sesamanya hanya untuk bercengkerama. Ia sadar bahwa tradisi Jawa kekinian telah banyak berubah, oleh karena itu ia berusaha mempelajari lagi tentang apa yang ada di dalam Kebijaksanaan Jawa (Wiseman). Ia tidak percaya pada siapapun, ia hanya percaya pada Allah dan prinsip yang ia pegang teguh, ia paham bahwa pemimpin adalah orang yang paling berdosa dan paling pertama menanggung dosa semuanya. Seperti layaknya Isa Almasih yang menanggung dosa dan ketidapahaman dari masyarakat dan umatnya kala itu, sekali lagi ia sendirian dan menanggung segala beban, itulah eksistensi dari sang kesatria. Ia juga paham bahwa tidak semua perubahan dapat dilakukan dengan jalan damai dan terpuji, itulah kenapa peperangan masih bisa terjadi di dunia, ia menerima dosa itu, dan menerima takdir bahwa ia tidak akan terlepas dari dosa itu, diantara trisulanya akan membawa nyawa-nyawa pendosa itu, bersama dengan kesalahan dan dosa mereka dalam tanggungannya sendiri, ia membunuh dan menanggung dosa mereka, ia mengubah dan tidak menerima apa apa, itulah hakikat sang kesatria. Ia tidak akan merugikan orang lain, tidak pula menghambat, dan meremehkan orang lain, ia hanya ingin berbuat kebaikan dan membawa perubahan, itu hakikat diri sang kesatria.
e. Senang menggoda dan meminta secara nista (bait 169)
Seperti yang lain, walau istimewa, ia juga manusia. Ia membutuhkan kasih sayang, membutuhkan gurauan, dan sering menguji keyakinan dan keimanan para manusia. Seolah ia telah tau apa yang akan terjadi tapi ia tetap memberikan kesempatan bagi manusia untuk memilih apa yang akan terjadi. Itu bagian dari makrifat yang diberikan Allah, "Allah sebenarnya telah jauh lebih tau tentang apa yang akan terjadi pada manusia, tapi Allah tetap memberikan kesempatan bagi manusia untuk mengubah takdirnya sendiri, sungguh betapa bijaksananya Allah". Menurutku sang kesatria juga memiliki salah satu sifat yang sangat penting yakni "lively" kehidupannya memang tidak mudah, tapi ia selalu memberikan kemudahan. Ia masih suka bercanda, bersenang-senang, bergurau, berlagak misterius, terkadang marah, terkadang manja dst. Sebuah desain manusia istimewa yang bahkan tidak ada seorangpun yang akan mengira bahwa dia istimewa, tapi justru karena itulah dia istimewa.
f. Diterangkan jelas bayang-bayang menjadi terang benderang (bait 170)
Seperti yang telah aku jelaskan sebelumnya bahwa makrifatnya telah menembus semua tabir, ia mengerti tentang alasan Sukarno melakukan pengangkatan dirinya sebagai Presiden di dalam skema Demokrasi terpimpin, ketika semua manusia justru beranggapan bahwa Sukarno adalah seorang diktator dan idealisme dengan ideologi komunismenya. Ia tau dan paham bahwa harus ada seseorang yang menanggung kesalahan dan dosa, Sukarno melakukan itu bersama dengan sifat kesatria nya dan segala kehormatannya, membuat sebuah analogi bahwa ia yang bersalah, mempersatukan masyarakat untuk menentangnya dan memberikan pengalaman tentang apa yang terjadi dalam sejarah tidak selalu benar terjadi dalam realitasnya.
Ia paham tentang kenapa Suharto berusaha memimpin Indonesia sampai 32 tahun walau ia kemudian ditunjuk sebagai diktatorian baru yang otoriter, kalau seandainya Indonesia tidak mengalami hal itu beberapa puluh tahun yang lalu, mungkin sekarang Indonesia tidak akan maju dan tidak akan lebih baik, mungkin sekarang Indonesia masih dipimpin dalam sebuah skema kediktatoran berkepanjangan yang justru lebih menyakitkan dan lebih kejam, harus ada yang mengajarkan tentang arti keburukan sebelum semuanya mengerti apa yang baik untuk dilakukan.
Ia tau sebuah dilema yang dialami oleh Habibie dalam memberikan kebebasan atau justru melepaskan tanggung jawab ketika ia harus berurusan dengan masalah timor timur, rakyat harus belajar bahwa diantara tanggung jawab ada sebuah kebebasan memilih dan diantara kebebasan memilih ada sebuah tanggung jawab, Habibie paham itu dan memilih keduanya serta menanggung dosanya hingga sekarang. Sang kesatria paham tentang bagaimana Kejujuran, Kesederhanaan, dan Kewibawaan seorang Abdurahman Wahid, ia memutuskan untuk tetap mengemban tugas padahal ia sendiri tau bahwa takdir tetap tidak akan bisa ia ubah. Ia tau bahwa Gus Dur punya sasmita yang bisa membaca tentang apa yang terjadi dimasa depan tapi ia juga tau bahwa Gus Dur, walau sebijak apapun dia, ia tetap tidak akan bisa mengubah takdir itu, dan walaupun seorang Gus Dur tidak bisa mengubah takdir itu, ia tetap mengemban amanah dan tersenyum sampai akhir, walau banyak orang yang mencaci kesederhanaan dan kejujurannya.
Ia Paham tentang apa yang dilakukan oleh Megawati, ia berusaha mengingatkan masyarakat bahwa Indonesia ada karena jasa para pendahulu mereka, harap jangan lupakan hal itu. Ia juga paham bahwa walau bagaimanapun seorang keturunan ningrat tidak selamanya bisa berbuat sesuai dengan kewibawaan, dilema diantara kita tidak boleh terjebak dalam nostagia sejarah masa lampau (maksudnya nostalgia tentang kisah kepahlawanan Sukarno) tapi kita juga tidak boleh melupakan sejarah. Kita harus tetap maju dan belajar dari sejarah, itu yang berusaha Megawati ajarkan.
Ia paham tentang apa yang telah dilakukan oleh Seorang SBY, ia berusaha membuka sebuah gapura dan tabir yang selama ini tersembunyi bagi Indonesia. Ia paham bahwa SBY telah berjuang, walau tidak semua perjuangan yang ia lakukan membawa hasil, bahkan hasil yang baik. Terlepas semua itu, SBY tetap berjuang, walaupun ia juga sama seperti kesatria lainnya, kesepian, dihormati tapi manusia diantaranya tidak mengerti apa apa tentang SBY, hidup dalam penghormatan tapi penuh dengan cacian dan kepalsuan. SBY tau itu, tapi ia tetap tersenyum, sang kesatria tau itu tapi ia mungkin belum sempat mengucap terima kasih kepada SBY tentang apa yang ia lakukan di tanah Jawa ketika sang kesatria ketujuh masih belum sampai pada waktunya untuk memimpin.
Bahkan mungkin dengan kondisi sekarang dimana seorang Jokowi dianggap sebagai titisan kesatria ketujuh, sang kesatria piningit ketujuh tetap tidak keberatan, toh kalaupun suatu saat itu benar terbukti itu berarti tugasnya mungkin lebih berat daripada tugas sang kesatria tujuh yang sebenarnya. Toh kalau tidak terbukti, berarti perjuangan kesatria ketujuh yang asli belum berakhir. "Ini semua terserah Allah, tapi dimanapun dan kapanpun Allah ingin aku untuk lakukan, aku akan selalu siap" ini mungkin sebuah kata yang terselip dibenak kesatria ketujuh. Dan walaupun suatu saat ia membuktikan pada dirinya sendiri bahwa apa yang ia percayai benar, mungkin orang dan manusia tidak akan ada yang mengerti, toh hakikatnya seorang kesatria apalagi yang dipingit memang akan tersembunyi. Seorang pahlawan yang tidak mau disebut pahlawan, seorang kesatria yang tidak mau disebut paling berjasa, seorang raja tanpa mahkota, seorang manusia yang terlahir istimewa, aku rasa itu hakikat kesatria ketujuh. Mewarisi semua apa yang ada di ke-enam sebelumnya, menanggung tanggung jawab dan dosa yang lebih besar dengan perjuangan atas kehormatan dan bukan penghormatan.
g. Hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk dan arti tentang ramalan saya (bait 171)
Dialah kesatria piningit. Ia dengan mudahnya memberikan sebuah penjelasan dan menyibak ketidaktahuan. Ia tau bahwa "Seorang Kesatria dapat menjadi Seorang Kesatria bukan semata karena takdirnya, tapi ia menjadi Seorang Kesatria juga karena ia sendiri mentakdirkannya. Walau bagaimanapun takdir itu, Trisula tetap tidak akan berubah, ia mensyaratkan ada sebuah garis tengah dimana manusia tetap bisa bertindak dan berusaha sebelum Tuhan menentukan takdirnya. Pengalaman tentang ke-enam pendahulunya membuat ia lebih bijak dari siapapun, membuatnya lebih mengerti dari siapapun, membuatnya lebih bertanggung jawab dari siapapun, dan membuatnya sendiri dari siapapun"
Dan walau ia telah berjuang, tidak akan ada yang tau, dan walau ia telah berhasil, tidak akan ada yang mengakuinya, ia tersembunyi, tapi tetap mengabdi, ia raja tapi berbaur dengan sesama, ia menanggung tanggung jawab dan dosa paling besar, tapi ia menolak untuk disebut kesatria. Dialah Kesatria Pinandhita Sinisihan Wahyu, seorang kesatria ketujuh yang mewarisi kekuasaan seluas Kerajaan Majapahit, seorang Raja tanpa Mahkota.
Semoga, Sang Kesatria bisa menemukan jalannya kembali ke Tanah Jawa dan Memimpin Indonesia, aamiin
***
Kesatria Pinandhita Sinisihan Wahyu (Bagian Terakhir-Tafsir Terakhir)
Dalam Ramalan Jayabaya, justru yang dimaksudkan dengan bocah angon yang berdarah Sunda, nantinya justru akan menjadi pasangan dari Kesatria Piningit ini. Bukan Bocah Angon itu, tapi anaknya atau keturunannya hasil dari pernikahannya dengan dewi gandrum arum, seorang perempuan yang juga menjadi Sasmita Aji, ia bergelar "Mahadewi Manunggal ing Sasmita Aji", dialah yang akan mendampingi sang kesatria secara fisik dan magis. Menurut gw itu perumpamaan sederhana bak "Suharto yang didampingi oleh Ibu Tin". Dalam berbagai macam analisa kejawen Ibu Tin masih memiliki darah sebagai salah seorang yang bergaris keturunan Gajah Mada, makanya ia menjadi Sasmita Aji milik Suharto (seolah ia menjadi salah satu dari kesaktian dan kekuasaan dari Suharto dalam mengendalikan Nusantara)
Lalu Pemuda Berjanggut juga demikian, ia akan memberikan hal yang sama dengan Bocah Angon yakni seorang putri yang nantinya juga akan mendampingi sang kesatria. Putri itu bergelar "Maheswari Putri Paramita Tunggadewi". Katanya sih putri jawa, tapi dari beberapa buku yang kebetulan gw baca emang katanya dia pewaris keraton Surakarta. Who knows, tapi yang jelas Kesatria ketujuh juga akan didampingi oleh sabda palon dan Noyogengggong. Tentang siapa kedua orang itu, Guru ga memberikan penjelasan lebih,
Ini potongan panjang ramalan Jaya baya soal KP:
159
selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu; bakal ana dewa ngejawantah; apengawak manungsa; apasurya padha bethara Kresna; awatak Baladewa; agegaman trisula wedha; jinejer wolak-waliking zaman; …
selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu); akan ada dewa tampil; berbadan manusia; berparas seperti Batara Kresna; berwatak seperti Baladewa; bersenjata trisula wedha; tanda datangnya perubahan zaman; …
Lalu Pemuda Berjanggut juga demikian, ia akan memberikan hal yang sama dengan Bocah Angon yakni seorang putri yang nantinya juga akan mendampingi sang kesatria. Putri itu bergelar "Maheswari Putri Paramita Tunggadewi". Katanya sih putri jawa, tapi dari beberapa buku yang kebetulan gw baca emang katanya dia pewaris keraton Surakarta. Who knows, tapi yang jelas Kesatria ketujuh juga akan didampingi oleh sabda palon dan Noyogengggong. Tentang siapa kedua orang itu, Guru ga memberikan penjelasan lebih,
Ini potongan panjang ramalan Jaya baya soal KP:
159
selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu; bakal ana dewa ngejawantah; apengawak manungsa; apasurya padha bethara Kresna; awatak Baladewa; agegaman trisula wedha; jinejer wolak-waliking zaman; …
selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu); akan ada dewa tampil; berbadan manusia; berparas seperti Batara Kresna; berwatak seperti Baladewa; bersenjata trisula wedha; tanda datangnya perubahan zaman; …
160.
…; iku tandane putra Bethara Indra wus katon; tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa
…; itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak; datang di bumi untuk membantu orang Jawa
…; iku tandane putra Bethara Indra wus katon; tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa
…; itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak; datang di bumi untuk membantu orang Jawa
162.
…; bala prewangan makhluk halus padha baris, pada rebut benere garis; tan kasat mata, tan arupa; sing madhegani putrane Bethara Indra; agegaman trisula wedha; momongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala; sakti mandraguna tanpa aji-aji
…; pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar, tak kelihatan, tak berbentuk; yang memimpin adalah putra Batara Indra, bersenjatakan trisula wedha; para asuhannya menjadi
…; bala prewangan makhluk halus padha baris, pada rebut benere garis; tan kasat mata, tan arupa; sing madhegani putrane Bethara Indra; agegaman trisula wedha; momongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala; sakti mandraguna tanpa aji-aji
…; pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar, tak kelihatan, tak berbentuk; yang memimpin adalah putra Batara Indra, bersenjatakan trisula wedha; para asuhannya menjadi
perwira perang; jika berperang tanpa pasukan; sakti mandraguna tanpa azimat
163.
apeparap pangeraning prang; tan pokro anggoning nyandhang; ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang; …
bergelar pangeran perang; kelihatan berpakaian kurang pantas; namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang; …
apeparap pangeraning prang; tan pokro anggoning nyandhang; ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang; …
bergelar pangeran perang; kelihatan berpakaian kurang pantas; namun dapat mengatasi keruwetan banyak orang; …
164.
…; mumpuni sakabehing laku; nugel tanah Jawa kaping pindho; ngerahake jin setan; kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda; landhepe triniji suci; bener, jejeg, jujur; kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong
…; menguasai seluruh ajaran (ngelmu); memotong tanah Jawa kedua kali; mengerahkan jin dan setan; seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda; tajamnya tritunggal nan suci; benar, lurus, jujur; didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong
…; mumpuni sakabehing laku; nugel tanah Jawa kaping pindho; ngerahake jin setan; kumara prewangan, para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda; landhepe triniji suci; bener, jejeg, jujur; kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong
…; menguasai seluruh ajaran (ngelmu); memotong tanah Jawa kedua kali; mengerahkan jin dan setan; seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda; tajamnya tritunggal nan suci; benar, lurus, jujur; didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong
166.
idune idu geni; sabdane malati; sing mbregendhul mesti mati; ora tuwo, enom padha dene bayi; wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada; garis sabda ora gentalan dina; beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira; tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa; nanging inung pilih-pilih sapa
ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti), yang membantah pasti mati; orang tua, muda maupun bayi; orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi; garis sabdanya tidak akan lama; beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya; tidak mau dihormati orang se tanah Jawa; tetapi hanya memilih beberapa saja
idune idu geni; sabdane malati; sing mbregendhul mesti mati; ora tuwo, enom padha dene bayi; wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada; garis sabda ora gentalan dina; beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira; tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa; nanging inung pilih-pilih sapa
ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti), yang membantah pasti mati; orang tua, muda maupun bayi; orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi; garis sabdanya tidak akan lama; beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya; tidak mau dihormati orang se tanah Jawa; tetapi hanya memilih beberapa saja
167.
waskita pindha dewa; bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira; pindha lahir bareng sadina; ora bisa diapusi marga bisa maca ati; wasis, wegig, waskita; ngerti sakdurunge winarah; bisa pirsa mbah-mbahira; angawuningani jantraning zaman Jawa; ngerti garise siji-sijining umat; Tan kewran sasuruping zaman
pandai meramal seperti dewa; dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda; seolah-olah lahir di waktu yang sama; tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati; bijak, cermat dan sakti; mengerti sebelum sesuatu terjadi; mengetahui leluhur anda; memahami putaran roda zaman Jawa; mengerti garis hidup setiap umat; tidak khawatir tertelan zaman
waskita pindha dewa; bisa nyumurupi lahire mbahira, buyutira, canggahira; pindha lahir bareng sadina; ora bisa diapusi marga bisa maca ati; wasis, wegig, waskita; ngerti sakdurunge winarah; bisa pirsa mbah-mbahira; angawuningani jantraning zaman Jawa; ngerti garise siji-sijining umat; Tan kewran sasuruping zaman
pandai meramal seperti dewa; dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda; seolah-olah lahir di waktu yang sama; tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati; bijak, cermat dan sakti; mengerti sebelum sesuatu terjadi; mengetahui leluhur anda; memahami putaran roda zaman Jawa; mengerti garis hidup setiap umat; tidak khawatir tertelan zaman
168.
mula den upadinen sinatriya iku; wus tan abapa, tan bibi, lola; awus aputus weda Jawa; mung angandelake trisula; landheping trisula pucuk; gegawe pati utawa utang nyawa; sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan; sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda
oleh sebab itu carilah satria itu; yatim piatu, tak bersanak saudara; sudah lulus weda Jawa; hanya berpedoman trisula; ujung trisulanya sangat tajam; membawa maut atau utang nyawa; yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain; yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan
mula den upadinen sinatriya iku; wus tan abapa, tan bibi, lola; awus aputus weda Jawa; mung angandelake trisula; landheping trisula pucuk; gegawe pati utawa utang nyawa; sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan; sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda
oleh sebab itu carilah satria itu; yatim piatu, tak bersanak saudara; sudah lulus weda Jawa; hanya berpedoman trisula; ujung trisulanya sangat tajam; membawa maut atau utang nyawa; yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain; yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan
170.
ing ngarsa Begawan; dudu pandhita sinebut pandhita; dudu dewa sinebut dewa; kaya dene manungsa; …
di hadapan Begawan; bukan pendeta disebut pendeta; bukan dewa disebut dewa; namun manusia biasa; …
ing ngarsa Begawan; dudu pandhita sinebut pandhita; dudu dewa sinebut dewa; kaya dene manungsa; …
di hadapan Begawan; bukan pendeta disebut pendeta; bukan dewa disebut dewa; namun manusia biasa; …
171.
aja gumun, aja ngungun; hiya iku putrane Bethara Indra; kang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan; tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh; hiya siji iki kang bisa paring pituduh marang jarwane jangka kalaningsun; tan kena den apusi; marga bisa manjing jroning ati; ana manungso kaiden ketemu; uga ana jalma sing durung mangsane; aja sirik aja gela; iku dudu wektunira; nganggo simbol ratu tanpa makutha; mula sing menangi enggala den leluri; aja kongsi zaman kendhata madhepa den marikelu; beja-bejane anak putu
jangan heran, jangan bingung; itulah putranya Batara Indra; yang sulung dan masih kuasa mengusir setan; turunnya air brajamusti pecah memercik; hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya; tidak bisa ditipu; karena dapat masuk ke dalam hati; ada manusia yang bisa bertemu; tapi ada manusia yang belum saatnya; jangan iri dan kecewa; itu bukan waktu anda; memakai lambang ratu tanpa mahkota; sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati; jangan sampai terputus, menhadaplah dengan patuh; keberuntungan ada di anak cucu
aja gumun, aja ngungun; hiya iku putrane Bethara Indra; kang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan; tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh; hiya siji iki kang bisa paring pituduh marang jarwane jangka kalaningsun; tan kena den apusi; marga bisa manjing jroning ati; ana manungso kaiden ketemu; uga ana jalma sing durung mangsane; aja sirik aja gela; iku dudu wektunira; nganggo simbol ratu tanpa makutha; mula sing menangi enggala den leluri; aja kongsi zaman kendhata madhepa den marikelu; beja-bejane anak putu
jangan heran, jangan bingung; itulah putranya Batara Indra; yang sulung dan masih kuasa mengusir setan; turunnya air brajamusti pecah memercik; hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya; tidak bisa ditipu; karena dapat masuk ke dalam hati; ada manusia yang bisa bertemu; tapi ada manusia yang belum saatnya; jangan iri dan kecewa; itu bukan waktu anda; memakai lambang ratu tanpa mahkota; sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati; jangan sampai terputus, menhadaplah dengan patuh; keberuntungan ada di anak cucu
172.
iki dalan kanggo sing eling lan waspada; ing zaman kalabendu Jawa; aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa; cures ludhes saka braja jelma kumara; aja-aja kleru pandhita samusana; larinen pandhita asenjata trisula wedha; iku hiya pinaringaning dewa
inilah jalan bagi yang ingat dan waspada; pada zaman kalabendu Jawa; jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa; yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga; jangan keliru mencari dewa; carilah dewa bersenjata trisula wedha; itulah pemberian dewa
iki dalan kanggo sing eling lan waspada; ing zaman kalabendu Jawa; aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa; cures ludhes saka braja jelma kumara; aja-aja kleru pandhita samusana; larinen pandhita asenjata trisula wedha; iku hiya pinaringaning dewa
inilah jalan bagi yang ingat dan waspada; pada zaman kalabendu Jawa; jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa; yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga; jangan keliru mencari dewa; carilah dewa bersenjata trisula wedha; itulah pemberian dewa
173.
nglurug tanpa bala; yen menang tan ngasorake liyan; para kawula padha suka-suka; marga adiling pangeran wus teka; ratune nyembah kawula; angagem trisula wedha; para pandhita hiya padha muja; hiya iku momongane kaki Sabdopalon; sing wis adu wirang nanging kondhang; genaha kacetha kanthi njingglang; nora ana wong ngresula kurang; hiya iku tandane kalabendu wis minger; centi wektu jejering kalamukti; andayani indering jagad raya; padha asung bhekti
menyerang tanpa pasukan; bila menang tak menghina yang lain; rakyat bersuka ria; karena keadilan Yang Kuasa telah tiba; raja menyembah rakyat; bersenjatakan trisula wedha; para pendeta juga pada memuja; itulah asuhannya Sabdopalon; yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur; segalanya tampak terang benderang; tak ada yang mengeluh kekurangan; itulah tanda zaman kalabendu telah usai; berganti zaman penuh kemuliaan; memperkokoh tatanan jagad raya; semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi
nglurug tanpa bala; yen menang tan ngasorake liyan; para kawula padha suka-suka; marga adiling pangeran wus teka; ratune nyembah kawula; angagem trisula wedha; para pandhita hiya padha muja; hiya iku momongane kaki Sabdopalon; sing wis adu wirang nanging kondhang; genaha kacetha kanthi njingglang; nora ana wong ngresula kurang; hiya iku tandane kalabendu wis minger; centi wektu jejering kalamukti; andayani indering jagad raya; padha asung bhekti
menyerang tanpa pasukan; bila menang tak menghina yang lain; rakyat bersuka ria; karena keadilan Yang Kuasa telah tiba; raja menyembah rakyat; bersenjatakan trisula wedha; para pendeta juga pada memuja; itulah asuhannya Sabdopalon; yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur; segalanya tampak terang benderang; tak ada yang mengeluh kekurangan; itulah tanda zaman kalabendu telah usai; berganti zaman penuh kemuliaan; memperkokoh tatanan jagad raya; semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi