Tampilkan postingan dengan label Sedang. Tampilkan semua postingan

Seperti yang gw bilang sebelumnya, jika kebutuhan biologis disalurkan dengan benar, hasilnya juga ga akan bersifat antagonis. Teknik Jilq secara garis besar menutut lo untuk mengatur nafas dan konsentrasi, tentang seberapa banyak nafas, gerakan, itu bisa dipelajari dengan melakukannya (learn by doing). One things for sure, ketika lo berhasil melakukan Jilq secara kontinyu dalam beberapa periode, kapasitas vital paru-paru dan prostat lo akan meningkat. Ini jauh lebih aman daripada lo pake obat pembesar penis atau viagra dkk. 

Dulu, kalau gw boleh cerita, para pendahulu terutama para raja raja jawa yang katanya punya selir lebih dari 10 orang juga melakukan teknik yang kurang lebih sama, bedanya mereka melakukan meditasi, bukan cuman teknik sederhana seperti Jilq. Setiap mereka menggauli istri atau selir mereka, jarang sekali mereka mengeluarkan apa yang disebut dengan air mani, kenapa? Gw rasa ada beberapa alasan, pertama ga ada kondom, ya dulu kan belum ditemukan kondom jadi ya harus mikir kan kalau mau keluar apalagi didalem. Kedua, mengeluarkan air mani akan mengurangi energi termasuk tenaga dalam, iyalah, apalagi dulu bagi seorang raja tenaga dalam itu penting kan buat perang. Ketiga, mengeluarkan air mani akan mengurangi kepekaan dan daya spiritual magis seseorang, yap for sure (tapi gw ga perlu menjelaskan bagian ini, yang jelas poinnya adalah semakin banyak lo mengeluarkan air mani apalagi dalam satu hari itu menandakan lo ga bisa mengendalikan hawa nafsu lo sendiri, oke, then that's it). Keempat? Selirnya banyak woy, emang lau pikir cewek jaman dulu ga mupeng apa dijadiin selir raja? atau selir Pangeran? (selain karena perkawinan politik, sasmita gaib dll ya) intinya mereka tetep butuh belaian dan batangan itu. Bedanya orang jaman dulu dengan jaman sekarang itu, laki-laki yang disebut Raja atau Pangeran, ga melakukan seks cuman buat kepuasan pribadi tapi justru memuaskan pasangannya, bayangin aja lo ga boleh klimaks tapi harus ngebuat pasangan cewek lo klimaks, you sure can do that? Kenapa ga boleh klimaks sih, lah kan selirnya pada nunggu tiap hari? Lau pikir tu selir bisa menikmati kehidupan tanpa dipenuhi kebutuhan biologisnya? 

Then? Ga mau sarkas atau offensif ya tapi batang gede atau paling engga batang yang sehat itu punya standar kisaran 6 - 10 cm untuk ukuran orang asia, kalo 10 - 15 itu udah ukuran jumbo monstromon. Ga harus gede, yang gede juga belum tentu sehat, tapi apalagi kalo yang kecil? Ejakulasi, impotensi, produksi sperma yang buruk, kepuasan pasangan, itu yang paling banyak dialami oleh laki-laki kekinian. Ga tau sih menurut kalian, tapi menurut gw latian itu penting dan memenuhi kebutuhan itu sama pentingnya, so kenapa ga keduanya? punya batang yang kisaran 10 cm keatas + Physically good + Physicologically good + Kebutuhan terpenuhi + Ga dosa (maksudnya ga Onani atau seks bebas) + memuaskan pasangan (kalo udah punya sih), kenapa engga? Jangan jadi orang Naive yang beralasan banyak hal hanya karena lo males latian, demi lo sendiri dan demi cinta pasangan lo, I say better Jilq than Jerk! Trust me, it works! 

Thanks for reading, semoga bermanfaat!


You do Jerk Arent You? - Part end

Posted by : Rendezvous 0 Comments
Tag : , ,
Okay pada bagian kedua ini, gw berharap para laki-laki separuh baya yang memang sedang mencoba mengendalikan nafsunya membaca dengan teliti tentang apa yang dimaksud dengan "You do Jilq". Yah ga menutup kemungkinan buat perempuan buat ikut baca sih, it is up to you.

Jilq adalah teknik yang banyak dilakukan di Arab (bisa lo cari sendiri di mbah google tentang Jilq). Banyak anak anak bangsa Arab yang udah diajarkan untuk melakukan Jilq sejak mereka kecil, fungsi manifestnya ga dipungkiri adalah untuk memperbesar ukuran penis (kalau lo pernah liat sih di BF, ukuran mereka Jumbo Size, okay no porno ya, just for your information). Fungsi Latennya adalah untuk meningkatkan stamina, kekebalan tubuh, relaksasi, dan bahkan memenuhi kebutuhan biologis. How?

How . . . hm . . . gimana ya jelasinnya, tapi yang jelas soal cara Jilq, bisa lo baca sendiri di mbah google dan ga perlu gw terangin disini. Okay, gw ceritain pengalaman pribadi aja ya, no porno, no pamer, no offense, opini terserah kalian para pembaca.

Gw udah lupa kapan terakhir gw Onani, sejak gw menginjak bangku kuliah, I've never do that anymore. Sejak gw masuk ke dalam dunia Sport yang mengharuskan gw tetap stay on a good shape, coach gw selalu mengingatkan bahwa musuh terbesar para atlet seenggaknya ada dua hal, pertama adalah latian dan kedua adalah nafsu. Nafsu itu yang dimaksud adalah main (entah itu main sendiri atau main bareng ya). Sejak saat itu gw mencari cara untuk tetap memenuhi kebutuhan biologis gw, udahlah ga usah naive, gw ga mengingkari hal itu, gw cuman mencari cara yang bisa dibilang cukup baik daripada Onani. Akhirnya gw temukan cara Jilq. Tekniknya sederhana sih, lo cuman butuh ya minyak urut dan tangan kiri lo itu yang penuh dengan dosa, lo pijet-pijet (baca sendiri caranya), atur nafas, jaga tempo, have fun, tapi jangan sampai lo mencapai klimaks, okay? Jangan sampai air mani putih itu membasahi bumi pertiwi. Pertama mungkin bakalan susah, untuk awalnya beberapa kali coba bahkan baru aja 30 menit udah ga tahan, tapi semakin kesini bisa sampai 2 jam latian. Okay, so what's the function?

Secara filosofis, Jilq melatih lo untuk merubah presepsi bahwa kenikmatan bukan lo peroleh dari klimaks, tapi dari proses, dimana lo menikmati setiap proses yang lo lakukan (Jilq) bukan klimaksnya (Jerk). Kedua, Jilq mengharuskan lo untuk menjaga irama, nafas, teknik, memaksa lo membiasakan disiplin, stabil, dan tau kapasitas tubuh lo sendiri, kalau udah mau keluar, take a break guys. Tiga? Jilq tetap menjadi sarana aman untuk menyalurkan kebutuhan biologis, tanpa dilarang oleh  agama (ya makruh sih tapi daripada lo Onani kan malah ga boleh). Empat, Lo tetap bisa merasakan relaksasi tanpa harus seks atau Onani, ya karena pada saat lo melakukan Jilq, ada enzim dan zat-zat tubuh tertentu yang ikut terlepas sama seperti halnya lo seks, pasti langsung rileks, termasuk mengurangi ketegangan otot dan strees di otak. Itu secara filosofis-biologis ya, kalo secara fisik?

Physically, dalam pengalaman gw melakukan Jilq dari mungkin 4 tahun ini ada beberapa hal, pertama Stamina Body gw meningkat drastis, you may believe it or not, tapi gw bahkan bisa maraton tenkei tanpa capek tingkat akut (ya tetep capek tapi ga berhenti) dan tingkat recovery energi gw juga meningkat. Artinya Jilq yang selama ini gw lakukan berimbas pada peningkatan performa fisik (kalo bener ya cara ngelakuinnya), gw tetep bisa bangun pagi, ga ngantukan, ga gampang strees, immnunitas tingkat ekstrim, konsentrasi meningkat, stamina, daya tahan dll. Itu overallnya, don't believe it? Why don't you try it? Secara physically lainnya, ya Mr P gw bisa dibilang membesar sekarang (ga pamer ya) ukurannya mungkin kisaran lebih dari 10 -15 cm ( ga pernah ngukur tapi kira kira ya segitu). It is hard and not easy to break. Gw ga tau lo termasuk orang yang perhatian atau engga sama batang keperkasaan lo itu, tapi menurut gw naive kalo lo bilang itu ga penting, ya paling engga buat nyenengin pasangan itu jadi satu hal yang penting. Percaya deh cewek yang bilang "Size doesn't matter" adalah cewek yang terlalu desperate buat ngomong jujur bahwa batang besar itu lebih asik (ya kalo kegedean juga ga bagus juga sih tapi standar plat orang indo ya kisaran 10 - 15 cm lah)

Gw denger juga, inner strength juga bisa dikendalikan ketika lo bener-bener menguasai teknik Jilq dan pernapasan, really? Wanna find out? Check next post!

Continue to next post . . .

You do Jerk Aren't you? No, I do Jilq!- Part 2

Posted by : Rendezvous 0 Comments
Tag : , ,
Gw ga lagi mainan Ask-FM tapi ada beberapa pertanyaan yang lucu di account gw, diantara sekian banyak pertanyaan yang ga gw jawab ada satu pertanyaan menggelitik yang sebenernya bisa gw bilang "it is normal". Okay, pertanyaannya begini:
"Firmansyah ? Seminggu cholii brp kali ?"
No sensor, no modifikasi, that's all he ask. I suspect few my friend would ask the same. Why? maybe for fun - untuk mereka yang sering satu meja sama gw dan cerita tentang kebiasaan mereka yang satu ini. Kedua, maybe they are courious about me? Haha (Pede abis) Kenapa harus penasaran coba? Mungkin mereka penasaran kenapa gw bisa punya stamina yang cukup bagus di sport, baik track, futsal, basket, etc (ah ya terlepas body gw yang emang kecil ya).

Okay guys, from this point, I will try to answer it wisely. Jadi buat mereka (terutama cewek) yang belum cukup dewasa untuk memandang sesuatu yang namanya kebutuhan seksual, better out of this post, don't read any further than this okay?

 Okay kita mulai dari segi biologis, Jerking is one of normal way for a humans to resolve their biological needs, ya bisa dibilang itu kebutuhan biologis, mau perempuan mau laki-laki. Perempuan kita sering sebut dengan masturbasi dan laki-laki kita sebut dengan "Onani". And so what next? Gw mau bilang bahwa itu normal bagi setiap makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, tapi perlu diingat dari segi agama hal ini kurang dibenarkan, terutama bagi laki-laki untuk mengeluarkan mani dari Batang Kesenangannya. Ga buka kartu, tapi temen gw banyak yang cerita tentang bagaimana mereka melakukan kegiatan yang disebut dengan Onani bahkan sampai 5 kali sehari, man are you crazy? Okay gw ga akan menyalahkan kalian, tapi perlu kalian tau beberapa hal bahwa Onani (terutama yang berlebihan) itu akan membuat beberapa efek samping yakni:

a. Lo bakal kehilangan separuh atau lebih dari tenaga lo saat itu bersamaan dengan keluarnya air mani itu
b. dalam kondisi tidak fit, lo bakal menurunkan imunitas tubuh lo ke kondisi kritis, which is means you will actually get sick more easily.
c. Lo bakal kehilangan beberapa mineral penting tubuh termasuk protein dan beberapa mineral penting lainnya (karena itu adalah material utama pembentuk air mani)
d. Pembengkakan di segi prostat bakal lebih parah ditemukan di beberapa orang yang sering melakukan Onani dan bahkan kanker prostat juga mengancam mereka yang sering melakukan ini.
e. Kelesuan, halusinasi akut, nafsu tidur meningkat, dan bahkan cenderung tidak berkualitas.
f. Ejakulasi dini, etc.

Itu belum termasuk tambahan dosa yang lo dapet ketika lo asik dengan semua hal yang berbau Onani itu ya, termasuk ritual mandi besar dll yang harus lo lakukan biar lo bisa solat lagi. So what's your resolve bro?

"Lam, lo kan jomblo nih, kalau malem kan ga ada yang ngajak jalan dan bahkan cenderung di kosan sendirian, apa lo ga pernah ngelakuin itu?
"Oh, kenapa emang? Ya itu kebutuhan manusia lah, you don't need to question that"
"Jadi lo tetep ngelakuin itu?
"In a different ways, kenapa emang?
"Engga, gw penasaran aja sih, lo kan juga sporty, kok bisa lo ngelakuin itu dan tetep bisa sporty. Kan biasanya habis itu langsung lesu, bawaanya pengen tidur, dan bahkan gw ga jarang sakit gara-gara itu"
"Oh haha, lo pernah denger pepatah "You don't Jerk! You do Jilq"
"Apaan tuh?

Ya, Jerk adalah kebutuhan manusia, it is normal, tapi gw juga ga membenarkan ketika seseorang melakukan Onani, bahkan sampai 5 x sehari (lo pas abis solat langsung main gitu? Man gimme a break). Ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengendalikan nafsu itu, karena gw cowok ya gw taunya cara cowok aja ya, namanya Jilq, itu teknik arab. Jadi gimana ceritanya kok Jilq bisa mengalihkan nafsu lo dan bahkan lo bisa tetep sport kek biasanya padahal lo tetep main. I will answer that, but in the next post

Continue to part 2 . . . .

You do Jerk aren't you? (I know it is a stupid question that I don't need to answer) - Part 1

Posted by : Rendezvous 0 Comments
Tag : , ,
►

- Copyright © 2013 AlL-A.M - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -