Tampilkan postingan dengan label Islam Itu Indah. Tampilkan semua postingan

10 Keutamaan Hari Jum’at (love)

1. Bahwasanya ia adalah sebaik-baik hari.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda,

خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة

”Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim).

2. Hari ini mengandung kewajiban sholat Jum’at

Kewajiban sholat Jum’at merupakan sebesar-besar kewajiban Islam yang paling ditekankan dan seagung-agungnya berhimpunnya kaum muslimin. Barangsiapa meninggalkannya (menunaikan sholat Jum’at) karena meremehkannya, niscaya Alloh tutup hatinya sebagaimana di dalam hadits shahih yang diriwayatkan Muslim.

3. Terdapat waktu yang orang berdo’a di dalamnya diijabahi (dikabulkan).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

إن في الجمعة ساعة لا يوافقها عبد مسلم وهو قائم يصلى يسأل الله شيئا إلا أعطاه إياه

”Sesungguhnya di dalam hari Jum’at ini, ada suatu waktu yang tidaklah seorang Muslim menemuinya (hari Jum’at) sedangkan ia dalam keadaan berdiri sholat memohon sesuatu kepada Alloh, melainkan akan Alloh berikan padanya.” (Muttafaq ’alaihi)

Ibnul Qayyim berkata setelah menyebutkan adanya perselisihan tentang penentuan spesifikasi waktu ini, ”Pendapat-pendapat yang paling rajih (kuat) adalah dua pendapat yang keduanya terkandung di dalam sebuah hadits yang tsabit (shahih). Yaitu, Pendapat pertama, bahwasanya (waktu ijabah tersebut) mulai dari duduknya imam hingga ditunaikannya sholat, sebagaimana dalam hadits Ibnu ’Umar bahwasanya Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

”(waktu ijabah tersebut) yaitu diantara duduknya imam sampai ditunaikannya sholat.” (HR Muslim).

Pendapat kedua, yaitu setelah waktu ’Ashar. Dan ini adalah dua pendapat yang paling kuat. (Zaadul Ma’ad I/389-390).

4. Bersedekah di dalamnya kebih baik daripada bersedekah pada hari lainnya.

Ibnul Qayyim berkata, ”Bersedekah pada hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti bersedekah pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya.”

Dan di dalam hadits Ka’ab (dikatakan),

والصدقة فيه  أعظم من الصدقة في سائر الأيام

”Bersedekah di dalamnya lebih besar (pahalanya) daripada bersedekah pada hari lainnya.” (hadits mauquf shahih namun memiliki hukum marfu’).

5. Ia adalah hari dimana Allah Azza wa Jalla memuliakan di dalamnya para wali-wali-Nya kaum mukminin di dalam surga.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, beliau berkata tentang firman Allah Azza wa Jalla,

(( وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ ))

”Dan pada sisi kami ada tambahannya.” (QS Qaf, 35)

Beliau berkata, ”Allah muliakan mereka pada tiap hari Jum’at.”

6. Ia adalah hari ’Ied (perayaan) yang berulang-ulang setiap pekan.

Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء الجمعة فليغتسل…

”Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Alloh jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…” (HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298).

7. Ia adalah hari yang menghapuskan dosa-dosa.

Dari Salman beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

لا يغتسل  رجل يوم الجمعة ويتطهر ما استطاع من طهر ويدهن من دهنه أو يمس من طيب بيته ثم يخرج فلا يفرق بين اثنين ثم يصلي ما كتب له ثم ينصت إذا تكلم  الإمام إلا غفر له ما  بينه وبين الجمعة الأخرى

”Tidaklah seorang hamba mandi pada hari Jum’at dan bersuci dengan sebaik-baik bersuci, lalu ia meminyaki rambutnya atau berparfum dengan minyak wangi, kemudian ia keluar (menunaikan sholat Jum’at) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), kemudian ia melakukan sholat apa yang diwajibkan atasnya dan ia diam ketika Imam berkhutbah, melainkan segala dosanya akan diampuni antara hari Jum’at ini dengan Jum’at lainnya.” (HR Bukhari).

8. Orang yang berjalan untuk menunaikan sholat Jum’at, pada tiap langkah kakinya ada pahala puasa dan sholat setahun.

Ssebagaimana hadits Aus bin Aus radhiyallahu ’anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

من غسل واغتسل يوم الجمعة وبكر وابتكر ودنا من الإمام فأنصت, كان له بكل خطوة يخطوها صيام سنة وقيامها وذلك على الله يسير

”Barangsiapa yang mandi lalu berwudhu pada hari Jum’at, lalu ia bersegera dan bergegas (untuk sholat), kemudian ia mendekat kepada imam dan diam, maka baginya pada setiap langkah kaki yang ia langkahkan (ada pahala) puasa dan sholat setahun, dan yang demikian ini adalah sesuatu yang mudah bagi Alloh.” (HR Ahmad dan Ashhabus Sunnan, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Allohu Akbar! Setiap langkah yang diayun menuju sholat Jum’at sepadan dengan puasa dan sholat setahun?!

Dimana orang-orang yang mau berlekas untuk menuju kebesaran ini?! Dimana orang-orang yang menginginkan anugerah ini?!

(( ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُوْ الفَضْلِ العَظِيْمِ ))

”Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS al-Hadiid, 21)

9.  Jahannam itu dinyalakan –yaitu dikobarkan apinya- setiap hari dalam sepekan kecuali pada hari Jum’at.

Yang mana hal ini sebagai (salah satu bentuk) pemuliaan terhadap hari yang agung ini. (Lihat Zaadul Ma’ad I/387).

10. Meninggal pada hari Jum’at atau malamnya merupakan tanda-tanda husnul khotimah.

Dimana orang yang wafat pada hari ini akan aman dari siksa kubur dan dari pertanyaan dua Malaikat. Dari Ibnu ’Amr radhiyallahu ’anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda,

ما من مسلم يموت يوم الجمعة أو ليلة الجمعة إلا وقاه الله تعالى فتنة القبر

”Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at, kecuali Alloh Ta’ala lindungi dari fitnah kubur.” (R Ahmad dan Turmudi, dishahihkan oleh al-Albani). (content)

10 Keutamaan Hari Jum'at

Posted by : Rendezvous 0 Comments

Bismillah…

ada 8 Puasa Sunnah yang bisa diamalkan Muslimin wa Muslimah

1. Puasa Sunnah Senin-Kamis

Dalilnya:

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.”
(HR. Tirmidzi no. 747. Shahih)

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.”
(HR. An Nasai no. 2360 dan Ibnu Majah no. 1739. Shahih)


2. Puasa Sunnah 3 hari pada setiap bulan Hijriah

Dalilnya:

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”
( HR. Bukhari no. 1178)

Mu”adzah bertanya pada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha


“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).”
(HR. Tirmidzi no. 763 dan Ibnu Majah no. 1709. Shahih)

Boleh perpuasa sunnah hari apa saja pada setiap bulan asalkan 3 hari terpenuhi juga boleh tidak urut

Namun, hari yang utama untuk berpuasa adalah pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah yang dikenal dengan ayyamul biidh.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.”
(HR. An Nasai no. 2345. Hasan)

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).”
(HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2424. Hasan)


3. Puasa Sunnah Daud

Cara melakukan puasa Daud adalah sehari berpuasa dan sehari tidak.

Dalilnya

“Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.”
(HR. Bukhari no. 3420 dan Muslim no. 1159)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

Disampaikan kabar kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa aku berkata; “Demi Allah, sungguh aku akan berpuasa sepanjang hari dan sungguh aku akan shalat malam sepanjang hidupku.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadanya (‘Abdullah bin ‘Amru): “Benarkah kamu yang berkata; “Sungguh aku akan berpuasa sepanjang hari dan sungguh aku pasti akan shalat malam sepanjang hidupku?“. Kujawab; “Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya, sungguh aku memang telah mengatakannya“. Maka Beliau berkata: “Sungguh kamu pasti tidak akan sanggup melaksanakannya. Akan tetapi berpuasalah dan berbukalah, shalat malam dan tidurlah dan berpuasalah selama tiga hari dalam setiap bulan karena setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa dan itu seperti puasa sepanjang tahun.” Aku katakan; “Sungguh aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah“. Beliau berkata: “Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah selama dua hari”. Aku katakan lagi: “Sungguh aku mampu yang lebih dari itu“. Beliau berkata: “Kalau begitu puasalah sehari dan berbukalah sehari, yang demikian itu adalah puasa Nabi Allah Daud ‘alaihi salam yang merupakan puasa yang paling utama“. Aku katakan lagi: “Sungguh aku mampu yang lebih dari itu“. Maka beliau bersabda: “Tidak ada puasa yang lebih utama dari itu“.
(HR. Bukhari no. 3418 dan Muslim no. 1159)


Ibnu Hazm mengatakan, “Hadits di atas menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari melakukan puasa lebih dari puasa Daud yaitu sehari puasa sehari tidak.”


4. Puasa Sunnah Sya’ban

Dalilnya

'Aisyah radhiallahu 'anha berkata,

"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.”
(HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)

Lafaz lainnya ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya. Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja.” 
(HR. Muslim no. 1156)


5. Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal

Dalilnya

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.”
(HR. Muslim no. 1164)


6. Puasa Sunnah di Awal Bulan Dzulhijjah

Dalilnya

"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).”

Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”
(HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968. Shahih).

Keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijah berlaku untuk amalan apa saja, tidak terbatas pada amalan tertentu, sehingga amalan tersebut bisa shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan amalan sholih lainnya.

Di antara amalan yang dianjurkan di awal Dzulhijah adalah amalan puasa.


7. Puasa Sunnah ‘Arofah

Puasa ‘Arofah ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah

Dalilnya

Abu Qotadah Al Anshoriy berkata,

"Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arofah? Beliau menjawab, ”Puasa ‘Arofah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” 

Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? 

Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu”
(HR. Muslim no. 1162)


8. Puasa Sunnah Asyuro

Dalilnya


“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” 
(HR. Muslim no. 1163).

An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharram.

Puasa Asyuro tanggal 10 Muharram namun orang Yahudi juga berpuasa maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam memerintahka puasa di tanggal 9 Muharram untuk menyelisihi Yahudi.

“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan, “Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.”
(HR. Muslim no. 1134)

Wallahua’lam


Sumber: Catatan Kajian dan Rumaysho.com (kelengkpan haditsnya)


Sumber: @Butik Aisiyah

Macam-macam puasa


________________________________________________________________

________________________________________________________________

Syahida.com – Dr. Zakir Naik berasal dari India. Ia adalah penerus sang guru, Ahmed Deedat. Ia total terjun di dunia dakwah dan berhenti dari profesi sebagai Dokter Medis. Dr. Zakir Naik telah meng-Islam-kan puluhan ribu orang. Ingatan Dr. Zakir Naik, sungguh luar biasa, ia bukan hanya mampu menghafal Alquran dan Shahih Bukhari Muslim, tapi juga menguasai kitab weda, tripitaka, bhagavad gita. Ia memiliki harapan yang sama dengan Ahmed Deedat, yaitu menggelar Debat Terbuka dengan Paus Paulus langsung di markasnya Vatikan-Roma! Berikut ini adalah salah satu video dialognya dengan Seorang Atheis :

Penanya : “Halo Dr. Zakir Naik. Namaku Harris dari Phoenix, Arizona, AS. Aku seorang wirausahawan dan manager marketing. Dua temanku di Amerika telah masuk Islam karena menonton video Youtube tentangmu. Salah satu dari mereka orang Kristen, salah satu dari mereka Atheis. Salah satu temanku memberikan kepadaku DVD-mu “How to Deal with an Atheist” yang telah kutonton.

Tapi itu tidak menjawab pertanyaanku. Dan aku telah bertanya tentang ini kepada banyak orang tapi tidak ada jawaban yang memuaskan, semua orang yang cerdas. Dari semua ulama yang pernah kutonton di Youtube, menurutku kaulah yang paling rasional, masuk akal, mudah dipahami yang pernah kutemui sepanjang hidupku. Dan sangat penting pertanyaan ini untuk dijawab karena aku tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan ini. Pertanyaanku seperti koin dengan kedua sisinya.

Sisi pertama adalah ini: Inilah pertanyaannya. Aku berada di antara Atheis dan Agnostik, aku tidak yakin berada dimana. Tuhan telah menciptakan seluruh jagat raya dan Qur’an berfirman banyak hal tentang berapa hari penciptaannya, gunung-gunung, ini dan itu, hidup adalah ujian dan seterusnya. Pertanyaanku adalah: Jauh sebelum Tuhan menciptakan keseluruhan jagat raya ini, sebelum dia memutuskan untuk menciptakan manusia, sebelum dia memutuskan untuk mengutus Nabi Muhammad, atau Adam dan Hawa, bahkan jauh sebelum Dia berencana untuk melakukan semua ini, Dia sudah tahu hasil akhirnya. Dia tahu pada akhirnya Dia akan kecewa dengan orang-orang tertentu dan Dia akan melempar mereka ke dalam neraka. Dia tahu mereka akan dibakar, Dia tahu mereka akan disiksa, dan disitulah mereka akan bertaubat atas kesalahan mereka. Jauh sebelum Dia menciptakan seluruh jagat raya, Dia tahu bahwa hasilnya akan menjadi buruk. Ini mungkin baik bagi orang-orang yang ada di surga, tapi Dia tahu bahwa Dia bisa menyelamatkan orang-orang yang akan masuk neraka, bahkan jauh sebelum Dia memutuskan untuk menciptakan. Tapi tetap saja Dia memutuskan untuk menciptakan mereka dengan segala logika Ketuhanannya. Kenapa Dia melakukan itu?

Kesimpulan dari pertanyaannya adalah: Bagaimana mungkin Tuhan begiitu sadis, sehingga Dia tetap melanjutkan rencana-Nya padahal Dia tahu rencana-Nya berakhir seperti itu? Itulah sisi koin pertama.

Sisi koin yang kedua adalah: Untuk suatu alasan jika aku percaya bahwa…Oke, Tuhan Maha Kuasa dan segala tentangnya sungguh Agung. Tuhan Maha Besar. Kenapa Tuhan memaksa dalam Qur’an, (Dia berfirman): ‘Lihatlah gunung-gunung, lihatlah proton, elektron, ini dan itu, semuanya begitu sinkron, betapa mengagunkannya diri-Ku.’ Kenapa Dia memaksa kita untuk merasa takjub pada ciptaan-Nya sedangkan hal itu mudah bagi-Nya? Maksudku, Dia hanya perlu mengatakan ‘Kun’ dan selesai perkara. Jadi mengapa seakan-akan ini hal besar, ketika Tuhan menciptakan seluruh jagat raya ini begitu menakjubkan. Karena bagi Tuhan itu sangat mudah, jadi aku tidak merasa begitu kagum pada ciptaan-Nya, Dia bisa melakukan hal-hal yang jauh melebihi ini. Jadi aku tidak mengerti kenapa Dia ingin agar manusia menghormati apa yang telah Dia lakukan atau merasa kagum dengan yang Dia lakukan?”


Dr. Zakir : “Saudara kita menanyakan pertanyaan yang sangat bagus dan pertanyaan yang sangat cerdas. Dan dia telah melihat sebagian videoku di Youtube tentang Ateisme, dan pertanyaan yang mengganggunya…dia belum mendapatkan jawabannya. Saudara ini bertanya bahwa Tuhan mengetahui segalanya. Sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, sebelum Dia menciptakan manusia, sebelum Nabi Muhammad SAW datang kesini, Dia sudah tahu segalanya. Jika Dia tahu sebagian orang akan masuk surga, mayoritas orang akan masuk neraka, jadi kenapa Dia menciptakan manusia? Bukankah ini sadis? Itulah pertanyaan dasarnya, benar?”

Penanya : “Benar.”


Dr. Zakir : “Aku akan menjawab pertanyaan kedua nanti. Saudara, mayoritas akan masuk neraka………”

(dipotong oleh penanya)

Penanya : “Bahkan meskipun hanya satu orang saja masuk neraka, hal itu tidak masuk akal. Dia seharusnya bisa menghindari hal itu. Dia seharusnya bisa menghindari kekecewaan-Nya.”


Dr. Zakir : “Tentu saja. Aku akan menjawab. Saudara berkata bahwa meskipun satu orang masuk neraka, sama saja Tuhan akan kecewa. Tuhan tidak pernah kecewa sama sekali. Sekarang untuk menjawab pertanyaanmu. ‘Aku sekolah dan kau mungkin pernah mendengar kata sekolah’. Jika seorang guru memberikan ujian, jika dia adil, ketika dia sedang memberikan ujiannya, dia menulis di kertas ujiannya, ‘Berapakah 2+2?’ Murid yang ada di hadapannya menulis, ‘5’. Gurunya bisa saja berkata pada muridnya ‘Ubahlah 5 menjadi 4.’ Apakah gurunya adil jika pada saat ujian dia membetulkan jawaban muridnya?”

Penanya : “Dia punya pilihan bahwa muridnya tidak perlu menjalani ujian itu.”


Dr. Zakir : “Tidak, tidak, tidak, aku menanyakan sebuah pertanyaan sederhana kepadamu. Sang guru telah menuliskan pertanyaannya pada kertas ujian…”

Penanya : “Dalam kasus itu kau benar. Untuk situasi seperti itu…”


Dr. Zakir : “Untuk situasi seperti itu, gurunya bisa memberitahu ‘Muridku, ubahlah 5 menjadi 4.’ Bagaimana pendapat murid-murid yang lain?”

Penanya : “Tidak adil.”


Dr. Zakir : “Benar.”

Penanya : “Tapi Tuhan bisa menjadi adil pada saat bersamaan. Dia bisa menciptakan kondisi yang sepenuhnya berbeda, Dia tidak perlu menjalani situasi seperti itu, Dia tidak dibatasi oleh situasi apapun.”


Dr. Zakir : “Saudara berkata: Tuhan bisa menciptakan sesuatu yang sempurna dan tidak salah. Benar?”

Penanya : “Benar.”


Dr. Zakir : “Tuhan menciptakan hal itu, Dia menciptakan para malaikat. Tuhan menciptakan malaikat yang tidak pernah menentang perintah Tuhan. Tapi manusia adalah ciptaan yang lebih baik daripada malaikat. Para malaikat tidak punya kehendak sendiri. Jika kau telah mendengarkan videoku, jika tidak, aku akan memberitahumu sekarang, malaikat adalah ciptaan Tuhan tapi bukanlah ciptaan terbaik. Tuhan menciptakan manusia. Manusia punya kehendak bebas untuk menentang Tuhan atau mengikuti Tuhan.

Jika kau memilih menjadi manusia, jika kau menentang perintah-Nya kau masuk neraka, jika kau mematuhi perintah-Nya, kau lebih baik daripada malaikat. Karena malaikat tidak punya kehendak bebas dari diri sendiri, maka mereka mengikuti Tuhan, dan ini tidak hebat. Manusia adalah ciptaan yang lebih baik. Tuhan telah memberikan kehendak bebas. Ini adalah pertanyaan yang berbeda bahwa Tuhan mengetahui…karena Dia punya ilmu tentang masa depan. Dia jauh lebih unggul. Jadi Dia telah menciptakan makhluk yang punya kehendak bebas. Kesalahannya ada pada manusia, bukan Tuhan.”

Penanya : “Tidak, tapi Tuhan menciptakan kita dengan kesalahan itu. Dan Dia tahu bahwa Dia bisa…”


Dr. Zakir : “Bukan kesalahan. Bukan kesalahan yang diciptakan, melainkan kehendak bebas.”

Penanya : “Kenapa Dia memberikan kita kehendak bebas sedangkan Dia tahu bahwa Dia pada akhirnya akan menempatkan banyak orang di neraka? Kenapa Dia tidak melakukan sesuatu..”


Dr. Zakir : “Itu adalah ciptaan yang berbeda. Apakah kau mau menciptakan sesuatu yang bisa berpikir sendiri atau kau ingin..”

(perkataan dipotong penanya)

Penanya : “Kenapa seseorang bisa begitu penyayang..”


Dr. Zakir : “Saudara, itulah yang ingin kuberitahu. Tentang yang kau permasalahkan, Tuhan telah menciptakan para malaikat. Aku bertanya padamu, mana yang lebih baik? Para malaikat yang mengikuti perintah Tuhan atau manusia yang mengikuti perintah Tuhan? Mana yang lebih baik?”

Penanya : “Bagiku, tentu saja, jika aku punya kesempatan, aku ingin menjadi malaikat. Kenapa juga aku mau mengambil resiko…”


Dr. Zakir : “Kesempatan kedua. Benar! Itulah mengapa Tuhan berfirman dalam surat Al-A’raaf [7]: 172. Bahwa Tuhan telah mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah berfirman: ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka semua setuju. Tuhan berfirman dalam surat Al-Hashr [59]: 21. Jika sekiranya Tuhan mewahyukan Qur’an pada gunung, maka gunung itu akan runtuh. Tuhan berfirman pada surat Al-Ahzaab [33]: 72. Bahwa manusialah yang bodoh karena mengatakan ‘Kami ingin menjadi manusia’, kau dan aku. Kau dan aku bodoh. Sekarang kau tidak bisa mundur. Sekali kau mengajukan diri untuk menerima ujiannya, sekali kau membaca kertas ujiannya…….”

(perkataan dipotong penanya)

Penanya : “Tidak ada yang bertanya padaku. Mereka bertanya pada Adam dan Hawa.”


Dr. Zakir : “Tidak saudara. Qur’an berfirman, ‘Setiap manusia ditanya,’ kemudian ingatan itu dihilangkan. Sebelum kita diciptakan jadi manusia, Tuhan berfirman dalam Al-Qur’an, ‘Apakah kau ingin menjadi manusia? Jika kau menjadi manusia, kau bisa mengungguli para malaikat, atau bisa lebih hina. Jika kau tidak mau menjadi manusia, maka tidak apa-apa’.”

Penanya : “Bahkan dengan argumenmu……….”

(perkataan dipotong Dr. Zakir)


Dr. Zakir : “Saudara kumohon biarkan aku menyelesaikannya. Kau bertanya..”

Penanya : “Baik, silahkan.”


Dr. Zakir : “..maka aku harusnya menjawabnya.” (sambil tersenyum)

Penanya : “Tentu, silahkan.”


Dr. Zakir : “Jadi Tuhan bertanya pada manusia dan Qur’an berfirman kita sebagai manusia adalah bodoh. Kau dan aku bodoh. Kita bodoh karena memilih mengikuti ujiannya. Sekarang, ketika kau sudah ikut ujiannya, jika kau mengikuti perintah Tuhan atas kehendak bebasmu maka kau akan lebih mulia daripada malaikat, jika kau menentang Allah, kau menjadi lebih rendah daripada malaikat. Kita ingin melewati ujiannya dengan keunggulan, kau dan aku.

Kau berkata ‘Aku tidak ingat.’ Tentu saja kau tidak akan ingat. Bahkan aku juga tidak ingat. Tapi aku percaya pada Qur’an. Pada hari kiamat, Tuhan berfirman, ‘Tidak ada satu manusia pun yang menentang pengadilan Tuhan.’ (Al-Mu’minun [23]: 99-100). Kau akan tahu pada hari kiamat. Satu-satunya yang kita katakan adalah ‘Tolong beri kami kesempatan’, dan Tuhan berfirman, ‘Sudah terlambat.’ Jadi jika kau ingin mendapatkan kesempatan baru, maka kau harus kembali ke dunia lagi, begitu juga setiap orang. Jadi orang-orang yang gagal, dia tidak bisa hanya mendapat kegagalan, jadi Tuhan berfirman, ‘Tidak satupun manusia yang menentang keputusan Allah’, mereka akan meminta ‘Allah, berikan kami satu kesempatan lagi’, tapi Tuhan berkata ‘Sudah terlambat.’ Tuhan telah memberikan kita kesempatan di dunia. Jika kau berbuat salah, Allah memberikanmu kesempatan untuk memohon ampun. Kau bertaubat dan Allah memaafkanmu. Dan kau berbuat salah lagi…begitu seterusnya. Ketika kau mati, tidak ada kesempatan lagi.

Jadi berkenan dengan pertanyaanmu, kenapa Tuhan menciptakan manusia? Karena ini adalah ciptaan yang lebih baik. Setiap orang yang rasional, termasuk kau, harus setuju bahwa makhluk yang punya kehendak bebas adalah ciptaan yang lebih baik daripada makhluk yang tidak punya kehendak bebas. Hanya saja pertanyaanmu bahwa kau tidak ingat, kau sangat benar. Ketika kau mati dan dibangkitkan, pada saat itu kita akan berkata ‘Aku ingat.’ Bahkan sekarang aku tidak mengingatnya.

Tapi percayalah pada Qur’an, karena Qur’an tidak pernah salah, karena secara ilmiah..jika kau mendengar ceramahku bahwa 80% Qur’an sesuai 100% dengan ilmiah. 20% masih ambigu, tidak benar dan juga tidak salah. Jadi logikaku berkata, ketika 80% itu semuanya 100% benar, dan bahkan tidak 0,01% dari yang 20% itu salah, jadi logikaku mengatakan bahwa yang 20% ini pasti juga benar. Aku adalah orang ilmiah, kau orang yang menggunakan logika, jadi aku percaya pada pernyataan Qur’an, bahwa kita memilihnya. Jika kau tidak memilihnya maka kau boleh mempertanyakan Tuhan: ‘Kenapa kau menjadikan aku sebagai manusia?’ Maka Tuhan akan disalahkan. Tapi Tuhan berfirman dalam Qur’an bahwa kita ditanya. Gunung saja ketakutan, semuanya ketakutan tapi kita sebagai manusia memilihnya.”

Penanya : “Tapi apakah kau ingat pernah ditanya? Aku tidak ingat pernah ditanya.”


Dr. Zakir : “Saudara, jika kau mendengar jawabanku, bahkan aku tidak ingat. Tapi jika kau mengingatnya, dimana ujiannya? Bahkan jika seorang guru mengajarkan sesuatu kepadamu, kemudian sang guru memberikanmu bukunya. Gurumu berkata ‘Kau tidak boleh buka buku ketika ujian.’ Jika guru itu berkata ‘Oke, buka saja bukunya dan jawablah ujiannya.’ Maka dimana ujiannya?”

Penanya : “Oke, tapi mengapa…”


Dr. Zakir : Setelah ujiannya berakhir, kau bisa memeriksa dari bukunya atau tidak?”

Penanya : “Tapi bahkan sebelum ujiannya, Tuhan tahu hasil akhirnya..”


Dr. Zakir : “Saudara, saudara, dengarkan aku. Setelah ujiannya berakhir, kau bisa memeriksa dari bukunya atau tidak?”

Penanya : “Tentu saja.”


Dr. Zakir : “Tapi saat ujian, bolehkah kau buka buku?”

Penanya : “Tidak.”


Dr. Zakir : “Jadi sekarang ujiannya sedang berlangsung saudaraku. Ketika ini sudah berakhir kau bisa memeriksanya.” (para penonton tersenyum)

Penanya : (Mengangguk)


Dr. Zakir : “Jika kau berkata, ‘Guru, aku ingin melihat dari bukunya, aku tidak ingat’ ‘Tidak bisa’. Pada saat ujian, kau tidak bisa mengecek buku pelajaran, itu namanya menyontek. Benar?”

Penanya : (mengangguk pelan)


Dr. Zakir : “Jadi ketika ujiannya sudah berakhir, jika kau tidak ingat, kau katakan pada Tuhan ‘Kenapa ini tidak masuk akal?’ Tapi Tuhan berfirman ‘Tidak satupun manusia akan menentang pengadilan Tuhan.’ Aku adalah orang ilmiah, aku orang berlogika, berdasarkan pengetahuanku pada ilmiah, berdasarkan logikaku, ketika aku membaca kitab-kitab lain dan membaca Qur’an, aku lihat bahwa Qur’an adalah satu-satunya kitab agama di muka bumi yang melewati ujian-ujiannya.

Jadi dengan begitu aku, yang merupakan orang ilmiah, yang merupakan orang berlogika, aku setuju dengan Qur’an ‘Pernyataan Qur’an ini pasti benar’. Aku tidak ingat, itulah ujiannya. Jika aku ingat maka dimana ujiannya? Jadi itu menjawab bagian pertama dari pertanyaannya. Bagian pertama yang menjawab bahwa Tuhan itu sadis. Tuhan tidak sadis. Sebagai contoh, aku masuk universitas medis. Aku ingin anak-anak sekolah ikut sekolah medis. Berapa banyak anak-anak sekolah yang akan masuk universitas medis? Hanya sebagian, bukankah begitu? Hanya sedikit. Tentu lebih kecil dari 5%. Atau mungkin hanya 1%. Jadi kenapa hanya 1% yang bisa masuk ke kampus? Memang karena ini diperuntukkan untuk orang-orang terpilih. Begitu juga Tuhan menciptakan surga, surga Firdaus. Tidak setiap orang bisa masuk surga Firdaus.”

Penanya : “Kenapa tidak?”


Dr. Zakir : “Maaf?”

Penanya : “Kenapa tidak?”


Dr. Zakir : “Kenapa tidak setiap orang bisa masuk universitas medis?”

Penanya : “Karena kapasitas manusia. Jika manusia mampu dan punya pengetahuan untuk masuk kuliah, maka mereka bisa masuk.”


Dr. Zakir : “Tepat. Itulah alasan kita diciptakan. Begitu juga, setiap orang bisa menjadi dokter. Hanya mereka yang punya kapasitas. Begitu juga, tidak setiap orang bisa masuk surga Firdaus, tingkat surga yang tinggi. Kita harus berusaha. Tuhan telah memberikanmu kapasitas. Jika kau tidak mengikuti petunjuk-Nya maka kau tidak bisa (masuk surga). Jika kau mengikuti petunjuk-Nya untuk masuk surga, maka ini sangat mudah. Jika kau cerdas, maka sangat mudah. Jika kau cerdas dan jujur kepada dirimu sendiri. Tapi jika kau tidak jujur pada diri sendiri, bahkan orang-orang yang tidak cerdas bisa masuk surga. Satu-satunya hal adalah kau harus jujur.

Tuhan telah memberikan berbagai pilihan padamu tentang bagaimana cara mematuhi-Nya. Sebagian orang menganggap dirinya pintar, aku memberitahukan mereka bahwa mereka ekstra pintar. Jika mereka pintar, mereka akan melihat bahwa ini sangat jelas. Sejelas hitam dan putih bahwa ini adalah firman Tuhan. Dan kau harus mengikuti-Nya. Itulah alasan mengapa Francis Bacon berkata ‘Sedikit pengetahuan menjadikanmu seorang Atheis. Pengetahuan yang mendalam menjadikanmu seorang yang beriman pada Tuhan.”

Jadi aku tidak akan mengatakan bahwa Tuhan itu sadis, aku.., katakan kitalah yang bodoh karena telah memilih untuk mengikuti ujiannya. Bukan Tuhan. Tuhan telah memberikanmu pilihan. Apa yang kita inginkan, kitalah yang memilihnya. Jadi, kitalah yang bertanggung jawab, bukan Tuhan. Tuhan tidak sadis, kitalah yang bodoh. Itulah yang difirmankan Qur’an. Pada hari kiamat kau akan tahu, Insya Allah, kita berdua. Insya Allah jika aku masuk surga, Insya Allah, insya Allah, aku berdo’a kepada Tuhan dan bersyukur pada-Nya bahwa ‘Aku adalah orang baik dan aku memilih menjadi manusia.’ Jika kita gagal, maka kita hanya menghancurkan diri sendiri. Semoga itu menjawab pertanyaanmu.”

Penanya : “Dan bagian kedua?”


Dr. Zakir : “Maaf, apakah bagian keduanya?”

Penanya : “Bahwa meskipun aku percaya betapa kuasanya Dia dan betapa tinggi ilmu-Nya, kenapa Dia begitu memaksa kita untuk meyakinkan kita ‘Lihatlah gunung-gunung, lihatlah elektron, lihatlah proton’.”


Dr. Zakir : “Pertanyaan kedua adalah Kenapa Tuhan memberikan referensi tentang gunung-gunung, bahwa Dia telah menciptakan ini, bagi-Nya ini mudah. Jadi kenapa Dia berfirman seperti ini? Kau tahu apa yang difirmankan-Nya? Dia berfirman ‘Benda yang kuciptakan dengan mudah ini, gunung-gunung akan runtuh, dan kau sebagai manusia lebih unggul, jadi kenapa kau tidak memahami?’ Qur’an berfirman dalam surat Al-Hashr [59]: 21 ‘Seandainya Qur’an diwahyukan kepada gunung, maka gunung akan runtuh.’

Tapi bagi kita manusia, tidak ada pengaruhnya. Dia memberikan contoh untuk menunjukkan bahwa benda-benda yang begitu kuat, gunung yang telah diciptakan Tuhan pun tunduk, maka kenapa manusia tidak? Dia mencoba memberikan contoh bahwa kita ini bodoh. Dia tidak mencoba memuji diri-Nya sendiri, dan kapanpun kita mengatakan misalnya ‘Allahuakbar (Allah Maha Besar)’, apakah kau pikir ini akan mengubah Allah? Tidak. Saudaraku, mau kau mengucapkan Allahuakbar ribuan kali atau jutaan kali, Dia tidak bisa menjadi lebih besar karena Dia sudah Maha Besar.

Alasan kita mengucapkan hal-hal ini karena sifat manusia kita, bahwa kita mengikuti orang-orang terkenal, kita mengikuti orang-orang yang kita puji. Misalnya ibumu terkena serangan jantung. Ada orang tak dikenal di jalan yang memberikan pengobatan. Dan kau mendengar bahwa spesialis jantung terbaik di dunia adalah Dr. X. Sekarang, apakah kau mendengarkan nasihat Dr. X atau orang di jalan yang tidak kita ketahui?”

Penanya : “Dr.X.”


Dr. Zakir : “Kenapa? Karena Dr.X terkenal. Orang-orang kenal dengannya, dia yang terbaik di dunia. Jadi alasan kenapa dalam shalat, dalam hidup kita mengucapkan Allahuakbar (Allah Maha Besar), Allah Maha Bijaksana, Allah Maha Berilmu, kenapa? Hal ini tidak bermanfaat bagi Allah. Hal ini bermanfaat bagi kita. Bahwa jika kita memuji-Nya maka kita mengikuti-Nya. Jika kita mengikuti-Nya maka kita akan ke surga, bagi Allah ini tidak ada artinya. Dengan begitu Allah berfirman ‘Apakah kamu masih tidak percaya? Apakah kamu masih tidak memahami?’ Itu artinya Qur’an diwahyukan kepada manusia agar mereka memahaminya. Jadi Dia memberikan contoh-contoh ini bukan untuk membuat diri-Nya Maha Besar, karena dari dulu Dia sudah Maha Besar. Entah kau mengucapkan jutaan kali, Allah sudah Maha Besar. Hal ini tidak ada manfaatnya bagi Allah. Dia memberitahukannya padamu.

Allah berfirman dalam Qur’an bahwa ‘Allah tidak membutuhkanmu, kaulah yang membutuhkannya’ (Faatir[35]: 15). Jadi ketika kita memuji-Nya dan ini bagian dari psikologi manusia, bahwa orang yang kau puji, orang yang kau agungkan, maka kau cenderung mengikuti nasihatnya. Dengan mengikuti nasihatnya, hal ini tidak bermanfaat bagi-Nya, melainkan bermanfaat bagimu. Dia dari dulu sudah Maha Besar, Dia dari dulu sudah Maha Penyayang. Jadi ini adalah aturan yang diturunkan, Dia Pencipta kita jadi Dia tahu jalan pikiran kita.

Jadi alasan Dia berfirman tentang ini…misalnya kau adalah murid ilmu pengetahuan, benar? Aku juga murid ilmu pengetahuan. Pada saat aku mengetahui bahwa Allah mewahyukan fakta-fakta ilmiah yang baru kita ketahui di zaman sekarang, maka hal ini menambah keimananku pada Allah. Allah berfirman dalam surat Fussilat [41]: 53 ‘Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar.’ Jadi Allah memberikan contoh-contoh ini karena bermanfaat bagi kita. Ini tidak bermanfaat bagi-Nya. Ini bermanfaat bagi kita sehingga Dia memberikan kita kesempatan untuk mengikuti-Nya sehingga kita masuk surga. Semoga itu menjawab pertanyaanmu saudara.”

Penanya : “Aku mengenali kekuatan-Nya dan aku mengerti bahwa Dia luar biasa, dan seterusnya atas apa yang dilakukan-Nya. Tapi apakah aku harus takjub atas pencapaian-Nya menciptakan alam semesta ini? Karena bagiku, Dia menciptakannya begitu mudah.”


Dr. Zakir : “Benar. Jadi bagi-Nya ini sangat mudah, ketika Dia memberitahumu jangan minum khamr…..”

(perkataan dipotong penanya…)

Penanya : “Aku tidak minum khamr…tapi apakah aku harus takjub dengan ciptaan-Nya?”


Dr. Zakir : “Tidak, faktanya adalah Dia tidak mencoba membuktikan bahwa Dia hebat, jika kau percaya bahwa bagi-Nya ini sangat mudah, jadi apakah seseorang akan berbohong? Tidak. Jadi jika Dia berkata ‘Jangan minum khamr’, maka kau tidak akan mempertanyakannya. ‘Jangan makan babi’, kau tidak mempertanyakannya.”

Penanya : “Tapi kau tidak takjub dengan ciptaan-Nya, karena bagi-Nya ini sangat mudah.”


Dr. Zakir : “Dibandingkan dengan kita, hal ini luar biasa. Bagi-Nya ini tidak ada apa-apanya.”

Penanya : “Benar.”


Dr. Zakir : “Tapi dibandingkan kita, Tuhan yang bisa menciptakan jagat raya, ketika Dia memerintahku jangan minum khamr, aku langsung mematuhinya.”

Penanya : “Aku mungkin mematuhi-Nya, tapi apakah harus takjub dengan ciptaan-Nya seperti yang difirmankan dalam Al-Qur’an?”


Dr. Zakir : “Dengarlah, kau bertanya ‘Apakah aku harus takjub pada ciptaan-Nya?’.”

Penanya : “Benar.”


Dr. Zakir : “Aku berkata: Jika aku percaya bahwa manusia adalah makhluk-Nya yang lebih baik, maka aku takjub dan aku mengucapkan Alhamdulillah karena Dia telah menciptakanku lebih baik dari itu. Jadi aku takjub karena Dia menciptakan gunung-gunung dan binatang. Dia menciptakan matahari, aah…tapi Dia juga menciptakan Zakir Naik. Dia menciptakan manusia. Dan kita adalah ciptaan terbaik.

Jadi Dia memberikan contoh-contoh ini. Sehingga kita menyadari betapa banyak yang telah diberikan-Nya kepada kita. Semua karunia-Nya telah diberikan kepada kita. Dia berfirman tentang ilmiah, proton, gunung-gunung dan pada akhirnya Dia berfirman ‘Manusia adalah ciptaan terbaik.’ Jadi dalam perbandingannya, kita harus setuju bahwa Sang Pencipta menciptakan jasad ini, molekulnya, DNA-nya, hal-hal rumit, yang tak mungkin tercipta dengan sendirinya.

Jadi kita takjub dengan penciptaan manusia dan kemudian kita tunduk pada-Nya. Jika kau tidak takjub..hanya dengan perasaan takjublah kita tunduk. Dia Pencipta kita, Dia pantas disembah. Tidak ada orang lain yang bisa melakukan itu. Ini sehingga kita menyembah-Nya dan kita melalui ujian-Nya dan kita masuk surga. Semoga itu menjawab pertanyaanmu.”

Penanya : “Jika Bill Gates memberikanku $100 dollar, apakah aku harus takjub bahwa dia telah memberikanku uang segitu?”

MC (pembawa acara) : “Kurasa pertanyaannya sudah dijawab dan sayangnya kita dibatasi waktu, kau diizinkan untuk datang lagi besok, Insya Allah bersama dengan saudara/saudari lainnya, kita telah sampai pada akhir pertemuan malam ini, jadi tolong…..”

(Tapi Dr. Zakir memberi kesempatan menjawab pertanyaan tersebut)


Dr. Zakir : “Aku akan memberikan jawaban bahwa jika Bill Gates memberikanmu uang $100…”

Penanya : “Apakah aku harus takjub?”


Dr. Zakir : “Apakah kau harus takjub? Saudara, pertanyaannya adalah: Kenapa Bill Gates harus memberikanmu $100? Jika orang biasa yang memberikanmu $100, kau tidak perlu takjub. Tapi BILL GATES, memberikanmu $100…Inilah yang diberikannya kepadamu, kenapa dia memberikannya padamu, kenapa tidak kepada orang lain? Kenapa? Pertanyaan adalah, kenapa dia memberikanmu?”

Penanya : “Oke.” (mengangguk)


Dr. Zakir : “Jika orang biasa atau orang yang tak kau kenal di jalan memberikanmu $100..(itu hal biasa) tapi BILL GATES! (tentu hal luar biasa)”

Penanya : (Sambil tersenyum) “Benar..”


Dr. Zakir : “Kau sudah mengerti?”

Penanya : “Itulah jawabannya! Benar! Aku paham sekarang.” (dengan wajah senang).


Dr. Zakir : “Jadi sekarang kau puas?”

Penanya : “Ya, jelas sekali. Itulah jawabannya!” (dengan wajah senang)


Dr. Zakir : “Jadi Insya Allah kuharap bahwa kau akan lebih dekat kepada Islam.”

Penanya : “Jadi seharusnya aku tidak takjub karena dia memberikanku uang, aku harus takjub karena DIALAH yang memberikan uangnya.”


Dr. Zakir : “Alhamdulillah!” (sambil tersenyum)

- See more at: http://www.syahida.com/2015/01/23/1537/video-dr-zakir-menjawab-pertanyaan-sulit-seorang-atheis-dengan-bagus/#sthash.ODRsmb2a.dpuf

Dr. Zakir Night - In the answer of Atheis

Posted by : Rendezvous 0 Comments
►

- Copyright © 2013 AlL-A.M - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -